Jumat, 17 April 2026

Berita Cilacap

Diresmikan Luhut, Kini TPS di Cilacap Ini Bisa Olah 28.000 Ton Per Hari

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan RDF di TPS Terpadu Cilacap yang bisa mengubah sampah menjadi energi.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Ist
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan meresmikan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Tritih Lor, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (21/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meresmikan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Tritih Lor, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (21/7/2020).

Acara peresmian disiarkan secara langsung melalui aplikasi Zoom dan Youtube.

Acara juga dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan pejabat dari sejumlah kementerian.

Dalam sambutannya, Luhut mengatakan akan membuat RDF di sejumlah daerah.

"Kita sepakat mau copy ini saja. Jadi ini, 28.000 ton sampah per hari bisa kita selesaikan," katanya melalui siaran zoom, Selasa (21/7/2020).

Menurutnya, nanti, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) akan terlibat sehingga semua peralatan di RDF buatan dalam negeri atau buatan anak bangsa.

Pihaknya akan menjelaskan terkait RDF kepada Presiden Joko Widodo dan mengusulkan dalam rapat internal.

Luhut mengatakan, biaya pembuatan RDF berkisar Rp 70 miliar hingga Rp 80 miliar per unit.

Jika nantinya dari BPPT ikut terlibat, Luhut memperkirakan, biaya tersebut bisa lebih murah.

Sehingga, mesin serupa bisa dibuat di berbagai kota dengan produksi sampah di 200 ton ke bawah.

Menurut Luhut, RDF merupakan langkah hebat dan diharapkan bisa dimasukkan sebagai program 2020 atau paling lambat 2021 dan dibuat di beberapa daerah.

"Presiden menekankan, semua yang bisa dibuat di dalam negeri, kita buat di dalam negeri. Itulah yang kita sebut new normal," tambahnya.

Luhut menegaskan, Presiden Jokowi berulang kali mengingatkan terkait masalah sampah yang belum terselesaikan.

"Sekarang, RDF yang kita lihat ini, adalah wujud konkret. Banyak sekali kota-kota di Indonesia yang sampahnya 200 ton ke bawah dan dekat pabrik semen, itu bisa dimanfaatkan," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ada 34 kota yang segera membangun RDF untuk mengatasi permasalahan sampah.

Sementara itu, terkait pengurangan biaya energi, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, berdasarkan studi hasil olahan dari sampah tersebut, untuk kemanfaatan PLTU yang menggunakan batu bara, paling tidak, tiga persen menyubstitusi kebutuhan batu baranya.

"Memang sangat membantu, jadi lebih murah dari biaya batubara dan juga bisa dipakai karena dibakar pada suhu 2.000 derajat celcius," ungkapnya.

Harga jual hasil RDF untuk industri sebesar Rp 300.000 per ton atau setara 20 dolar AS.

Sedangkan batu bara, 40-50 dolar AS per ton dan kalorinya sama sekitar 3.000 kalori.

Wartawan tidak diperkenankan datang ke lokasi TPST RDF di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Alasannya, mengurangi kerumunan demi pelaksanaan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19.

TPST RDF merupakan tempat pengolahan sampah ramah lingkungan yang ditujukan mengurangi kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir sampah.

Kemudian, meningkatkan kualitas lingkungan dan menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Bahan bakar alternatif tersebut dihasilkan setelah melalui proses pencacahan sampah dan pengeringan.

Dua kementerian yang berperan dalam pembangunan TPST RDF di Cilacap, yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dimana keduanya berkaitan dengan penyediaan mesin pengolahan sampah.

Kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang terkait penyediaan bangunan utama.

Pemprov Jateng juga terlibat dalam penyediaan sarana pendukung TPST RDF.

Sementara, Pemkab Cilacap menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan TPST RDF beserta akses jalan.

Kemudian, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk yang terlibat dalam pelaksanaannya juga berminat terhadap bahan bakar alternatif yang dihasilkan TPST RDF guna mengurangi penggunaan batu bara.

TPST RDF menempati lahan seluas tiga hektare di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Tempat ini memiliki kapasitas mengolah sampah sebesar 120 ton per hari.

Usai melewati masa uji coba, TPST Cilacap menunjukkan hasil sesuai yang direncanakan.

Produk berupa RDF sebanyak 30-40 ton per hari dan kadar air turun dari 57,60 persen menjadi 22,75 persen dalam waktu 20 hari dengan nilai kalori sebesar 687 kilokalori per kilogram (Kkal/kg).

Terakhir, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, pengelolaan sampah menggunakan sistem RDF merupakan tonggak baru upaya pengelolaan sampah di Indonesia.

Menurutnya, melalui sistem RDF ini, sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan.

Dia mengatakan jika potensi pengelolaan sampah dalam bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk pabrik semen dan PLTU dapat mengurangi sampah yang ada di Indonesia. (jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved