Breaking News:

Kasus Korupsi di Jateng

Dua Marketing Bank Salatiga Dititipkan ke Rutan, Terlibat Korupsi Dana Nasabah

Pengusutan kasus di PD Bank Salatiga yang merugikan keuangan negara keseluruhan Rp 25 miliar ini akan terus berlanjut dan tidak berhenti begitu saja.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Kasi Pidsus Kejari Kota Salatiga, Hadrian Suharyono. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Salatiga menahan dua tersangka kasus korupsi dana nasabah PD Bank Salatiga, Senin (20/7/2020).

Kasi Pidsus Kejari Kota Salatiga, Hadrian Suharyono mengatakan, kedua tersangka tersebut berinisial RHP (36) dan JN (37).

Keduanya semula berprofesi sebagai marketing PD Bank Salatiga.

Ganjal Mesin ATM di Salatiga, Pelaku Tawarkan Bantuan Saat Korban Tak Bisa Tarik Uang

Kunjungan Napi Rutan Salatiga Diganti Video Call, Keluarga Cukup Setor Nomor Telepon

Target Rampung Akhir Tahun Ini, Pembebasan Lahan Exit Tol Dalam Kota Salatiga

Kasus Pertama di Salatiga, Pasien Covid-19 Meninggal, Pegawai Pengadilan di Kota Semarang

"Kedua tersangka saat ini penahanan dititipkan di Rutan Kelas II B Kota Salatiga."

"Untuk nantinya jalani proses hukum sidang di Pengadilan Tipikor Kota Semarang," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/7/2020).

Menurut Hadrian, dalam pelimpahan tahap kedua ini, Kejari Salatiga turut menyertakan sejumlah barang bukti.

Seperti lembar bilyet dengan kerugian keuangan negara dari hasil audit Inspektorat Pemkot Salatiga, sebesar Rp 3,2 miliar.

Ia menambahkan, pengusutan kasus di PD Bank Salatiga yang merugikan keuangan negara keseluruhan Rp 25 miliar ini akan terus berlanjut dan tidak berhenti begitu saja.

"Penahanan para tersangka baru tersebut berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya atas tersangka sebelumnya mantan Dirut Bank Salatiga, M Habib Sholeh," katanya.

Dikatakannya, modus mereka sebagai marketing yang bertugas menjemput dana dari nasabah.

Namun, sebagian uang dimasukkan ke rekening, sisanya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Pihaknya menyatakan, penahanan kedua tersangka tersebut dimulai dari penyelidikan yang dilakukan sejak November 2019.

Kasus korupsi di Bank Salatiga mengemuka sejak adanya temuan selisih saldo nasabah hingga mengakibatkan bank milik Pemkot Salatiga itu merugi Rp 24,7 miliar. (M Nafiul Haris)

Mantan PPK Pegandon Gantikan Catur Riris, Akhmad Zaenutolibin Jabat PAW Komisioner KPU Kendal

Hajatan Pernikahan Boleh Digelar, Bupati Kendal: Asal Mau Terapkan Protokol Kesehatan

Aksi Abie Dharma Viral di Tegal, Tukang Pengantar Galon Suka Rawat Kucing Jalanan yang Sakit

Subsidi Bulanan Tambah Rp 300 Juta, CEO PSIS Semarang: Nilainya Masih Kurang Ideal

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved