Berita Kriminal

Sekelompok Remaja Pamer Senjata, Kabur Saat Isi BBM di SPBU Ngaliyan Semarang, Ini Kata Polisi

Enam remaja yang membawa senjata tajam yang dilakukan oleh sekelompok remaja itu sudah termasuk melanggar Undang-undang Darurat.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: deni setiawan
TANGKAPAN LAYAR CCTV
Tangkapan layar kamera CCTV memperlihatkan sekelompok remaja mengisi bensin tanpa membayar di SPBU Ngaliyan Kota Semarang, Sabtu (18/7/2020) dini hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Aksi sekelompok remaja yang mengisi bensin di SPBU Ngaliyan Kota Semarang tanpa membayar, ketika ditagih justru menghunuskan senjata tajam, viral di media sosial (medsos).

Kejadian itu kemudian ditanggapi Kapolsek Ngaliyan, AKP R Justinus.

Dia menilai, aksi itu sudah tidak dapat ditolerir lantaran membawa senjata tajam.

Kasus Pertama di Salatiga, Pasien Covid-19 Meninggal, Pegawai Pengadilan di Kota Semarang

Polisi Gerebek Rumah Kos Produksi Tembakau Gorilla di Bandungan Semarang, Seusai Tangkap Pembeli

PSIS Semarang Gunakan Dua Lokasi Ini, Pusat Latihan Tim Mahesa Jenar Selama Kompetisi Liga 1

Gedung Bioskop di Semarang Belum Jelas Kapan Bisa Dibuka Lagi, Disbudpar: Kami Sedang Persiapan

"Kalau mengisi bahan bakar minyak (BBM) tidak membayar itu tindak pidana ringan."

"Kami lebih menyoroti pada hal bawa senjata tajamnya itu," paparnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (19/7/2020).

Menurut Kapolsek, membawa senjata tajam yang dilakukan oleh sekelompok remaja itu sudah termasuk melanggar Undang-undang Darurat.

Ancaman hukuman selama 20 tahun.

"Kami arahkan korban untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngaliyan."

"Kami pasti segera menindaklanjutinya," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, enam remaja dengan menaiki tiga sepeda motor melakukan tindakan tidak terpuji di SPBU Ngaliyan Semarang, Sabtu (18/7/2020) sekira pukul 01.30.

Mereka melakukan penipuan terhadap petugas SPBU dengan cara meminta tangki bensin motor diisi oleh petugas, setelah itu kabur tanpa membayar.

Kronologi Kejadian di SPBU Ngaliyan

Petugas SPBU Ngaliyan, Martin membenarkan kejadian yang menimpanya tersebut.

Dia pun menceritakan kronologi kelakuan para remaja tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved