Berita Banyumas

Kurangi Risiko Fatalitas Kecelakaan Tabrak Belakang, Truk di Banyumas Dipasangi Perisai Kolong

Tindak lanjut rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk meningkatkan aspek keselamatan bidang Lalu Lintas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Permata Putra Sejati
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, bersama Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono saat memasang Rear Underrun Protection dan stiker pemantul cahaya pada Sabtu (18/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, bersama  Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono melaksanakan pemasangan secara simbolis Rear Underrun Protection, pada Sabtu (18/7/2020).

Kegiatan itu merupakan langkah tindak lanjut rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) untuk meningkatkan aspek keselamatan bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

Pemasangan Rear Underrun Protection (Perisai Kolong Belakang) disebut perlu dan penting.

Hal itu karena pengendara truk di tol tingkat kecepatannya biasanya tidak bisa maksimal.

Sedangkan banyak kendaraan kecil yang berkecepatan tinggi.

Tak Sanggup Lunasi Hutang, Suami Serahkan Istrinya untuk Disetubuhi

Lupa Tempat Memarkir Motor Karena Mabuk, Seorang Mahasiswi Justru Buat Laporan Pembegalan

Layang-layang Jadi Tren Setelah Sepeda di Tegal, Orang Dewasa Cari Jenis Hantu

Marc Marquez Ungkap Kendala yang Buat Ia Terjatuh Dalam Latihan Bebas Jelang Pembukaan MotoGP

"Kecelakaan di tol 90 persen yang tabrak belakang itu tingkat fatalitasnya tinggi." 

"Padahal jika mobil masuk ke kolong truk ini balon airbag itu tidak berfungsi."

"Sehingga dengan dipasang perisai kolong belakang saat ada benturan airbag dapat berfungsi dengan baik," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (18/7/2020).

Oleh karena itu perlu dilakukan pemasangan Rear Underrun Protection (Perisai Kolong Belakang) di Casis Truk Trailer dan Tronton.

Pemasangan secara simbolis dilakukan di Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB), Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Selain menggunakan Rear Underrun Protection, truk juga mesti menggunakan stiker pemantul cahaya.

Karena pada malam hari akan membantu pengguna jalan yang ada di belakangnya.

"Hanya saya merasa kecewa karena ada pemalsuan stiker pemantul cahaya oleh pengusaha dimana kualitas dari stiker itu tidak seperti seharusnya," imbuhnya.

Budi Setiyadi menambahkan jika kebijakan tersebut saat ini dalam bentuk surat edaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved