Berita Narkotika

Polisi Gerebek Rumah Kos Produksi Tembakau Gorilla di Bandungan Semarang, Seusai Tangkap Pembeli

Pada 8 Juli 2020 polisi tangkap pembeli tembakau gorilla atas nama Nike dan Arifin di kawasan Gamasan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono menunjukkan barang bukti tembakau gorilla dalam gelar perkara di Mapolres Semarang, Jumat (17/7/2020). 

Selain itu disita juga serbuk seberat 2,004 gram diduga digunakan sebagai bahan fermentasi pembuatan tembakau jenis gorilla.

"Jadi yang bersangkutan memasak tembakau di panci."

"Kemudian methanol dipanaskan di kompor lain, dicampur serbuk fermentasi, dan diaduk rata."

"Kemudian dituangkan ke tembakau di panci, dan ditunggu satu jam untuk fermentasi menjadi tembakau gorilla," urai Kapolres.

Gedung Bioskop di Semarang Belum Jelas Kapan Bisa Dibuka Lagi, Disbudpar: Kami Sedang Persiapan

Sudah Disosialisasikan, PKL Jalan Pancasila Tetap Gelar Lapak, Ini Tindakan Satpol PP Kota Tegal

Layanan Kependudukan Makin Cepat dan Akurat di Banjarnegara, Kelurahan Mulai Pakai Aplikasi Sisdes

Sementara cara penjualan, menurut AKBP Gatot, tembakau gorilla yang sudah siap edar dibungkus plastik dan disimpan di pakaian.

Pakaian yang berisi paket tembakau gorilla kemudian dibungkus menggunakan amplop coklat dan plastik hitam untuk penyamaran.

"Per gram dijual Rp 100 ribu."

"Keuntungan per minggu bisa mencapai Rp 1 juta," jelasnya.

Saat ini Polres Semarang, jelas Kapolres, masih mengembangkan jaringan kasus tersebut.

Sebab menurut pengakuan Yunus, ia mendapat barang-barang memproduksi tembakau gorilla itu dari seseorang berinisial P.

"Mereka kenal dari Instagram."

"Dan mulai Mei 2020, Yunus mendapatkan barang-barang itu, termasuk cairan methanol," paparnya.

AKBP Gatot pun menjelaskan tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 dan 113 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Permenkes RI tentang perubahan penggolongan narkotika.

"Hukumannya penjara paling lama 20 tahun dan denda hingga Rp1 miliar," jelas dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved