Breaking News:

Bola Lokal

PSIS Merasa Syarat Gugus Tuga Covid-19 untuk PSSI Sulitt Diterapkan, Bagaimana Nasib Kompetisi?

PSIS Merasa Syarat Gugus Tuga Covid-19 untuk PSSI Sulitt Diterapkan, Bagaimana Nasib Kompetisi?

TribunBanyumas.com/Franciskus Ariel Saputra
GM PSIS Semarang, Wahyu 'Liluk' Winarto, merasa syarat menggelar pertandingan yang diyaratkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sulit untuk dilaksanakan. Bahkan, ia mengaku PSIS Semarang tak mampu melaksanakannya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kepastian kelanjutan kompetisi sepakbola tertinggi tanah air tersebut diumumkan LIB selaku operator kompetisi melalui pengiriman surat kepada 18 peserta Liga 1 yang isinya mengumumkan bahwa kompetisi akan dilanjutkan pada 1 Oktober dan berakhir pada 28 Februari 2021.

Seluruh kegiatan kompetisi akan dipusatkan di Pulau Jawa dan digelar tanpa penonton.

Namun, General Manager (GM) PSIS Semrang, Wahyu ‘Liluk’ Winarto, menilai syarat untuk bisa menggelar pertandingan, sebagaimana yang ditentukan Gugus Tugas Percepatan Pengananan (GTPP) Covid-19, sulit untuk dilaksanakan.

PSSI Putuskan Liga 1 Dilanjutkan, Nasib soal Pemain U-20 Menunggu Kepastian Shin Tae-yong

Jadwal Latihan PSIS Semarang, Dragan Djukanovic Usulkan Mulai 1 Agustus, Ini Alasan Sang Pelatih

Peringkat Liga Indonesia Melorot, Tim Indonesia Terancam Tidak Mendapat Jatah di Liga Champions Asia

Stadion Citarum Dipastikan Jadi Homebase PSIS Semarang

Sebelumnya, Ketua GTPP Covid-19 Doni Monardo, mengatakan pihaknya bisa saja memberi izin kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 yang rencananya akan kembali dijalankan mulai 1 Oktober 2020.

Syarat tersebut antara lain, para pemain, official serta perangkat pertandingan, atau siapa pun yang ada di dalam stadion harus melalui tahapan PCR tes dan tidak direkomendasikan menggunakan rapid tes sebagai patokan kondisi kesehatan pelaku pertandingan.

Setelah dinyatakan negatif dalam tahapan PCR, para pemain, official, atau pun perangkat pertandingan juga harus dikarantina dan tidak diperbolehkan untuk bertemu orang lain selama beberapa hari sampai pertandingan Liga 1 dilaksanakan.

Doni Monardo mengaku telah menyampaikan beberapa persyaratan ini ke Menpora Zainudin Amali.

"Membaca statement Gugus Tugas di media saya merasa itu sulit untuk diterapkan. Persyaratannya cukup ketat dan saya yakin tidak bisa."

"Sebagai contoh, di klub Indonesia apa ada yang sudah memiliki tempat isolasi mandiri. Klub kan juga nginepnya di hotel atau apartement."

"Apa mungkin pesan satu hotel dan apartement untuk satu klub?,” kata Liluk, Selasa (14/7/2020) malam dalam rilis diterima TribunBanyumas.com.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved