Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Pupuk Bersubsidi Makin Langka di Kendal, Petani Siasati Bikin Racikan Bumbu Penyedap Rasa

Keterbatasan pupuk bersubsidi lantaran adanya pengurangan jatah dari Kementerian Pertanian (Kementan) mulai dirasakan para petani di sejumlah daerah.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
SEMPROT TANAMAN: Seorang petani di Kabupaten Kendal menyemprotkan obat pengusir hama yang menyerang tanaman padinya, Minggu (12/7/2020). 

Katanya, pihaknya tak sanggup jika harus membeli pupuk non subsidi untuk merawat beberapa bidang tanaman padinya.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan agar ketersediaan pupuk subsidi di Kendal bisa tercukupi kembali.

"Kalau beli yang non subsidi satu karungnya mencapai Rp 160.000."

"Padahal yang biasa sekira Rp 90.000, belum harus beli beberapa karung untuk beberapa kali pemupukan," jelasnya.

Petani lain, Purwadi juga kebingungan lantaran sulitnya beberapa jenis pupuk subsidi di tempatnya.

Kata Purwadi, di wilayahnya Desa Putatgede Kecamatan Ngampel mengalami kesulitan terkait stok jenis SP-36 dan ZA.

Padahal, dua jenis pupuk tersebut biasa digunakan dalam merawat tanaman padinya seluas 1/5 hektare.

Bruno Silva Blak-blakan, Rutin Tiap Minggu Cukur Rambut, Ini Alasan Bomber PSIS Suka Tampil Plontos

Oktober Dimulai Lagi, PSIS Semarang Belum Kumpulkan Pemain, Ini Alasan Manajemen

Terduga Teroris Meninggal, Dimakamkan di TPU Polokarto Sukoharjo

Ini Sembilan Destinasi Wisata di Kabupaten Banyumas yang Sudah Boleh Buka

"Iya sulit cari dua pupuk itu, kalaupun ada harganya mahal."

"Padahal sangat berpengaruh pertumbuhan padi," tuturnya.

Untuk mensiasati itu, pemupukan pertama Purwadi tetap menggunakan Urea, ZA, dan juga SP-36.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved