Berita Pendidikan

Sekolah Terlanjur Tarik Pungutan, Bupati Banyumas: Harus Dikembalikan ke Orangtua Siswa

Pihak sekolah yang terlanjur melakukan penarikan dana kepada para orangtua dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) diminta untuk dikembalikan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas, Achmad Husein. 

"Kami sedang menunggu persetujuan Gubernur Jawa Tengah untuk tingkat SMA maupun SMK," pungkasnya. 

Dita Leni Ravia, Siswi SMK di Yogyakarta Ini Jadi Viral, Berikut Alasan Orangtua Beri Nama Unik Itu

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Ini Panduan Lengkap Protokol Penyelenggaraan Salat Iduladha, Termasuk Saat Sembelih Hewan Kurban

29 SMP Negeri di Purbalingga Masih Kurang Siswa, Solusi Dindikbud: Boleh Buka Pendaftaran Offline

Bantu Siswa Kesulitan Akses Internet

Senada dengan yang disampaikan Bupati Banyumas, PAUD termasuk yang belum diizinkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.

Hal ini disampaikan Kepala Disdik Kabupaten Banyumas, Irawati di Graha Satria Purwokerto, Kamis (9/7/2020) melalui video conference bersama 79 Bunda PAUD se-Kabupaten Banyumas.

Bunda PAUD diimbau untuk membantu siswa yang tidak memiliki akses internet sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.

Kebijakan ini tentunya diambil untuk melindungi siswa dan guru di masa pandemi Covid-19.

Terlebih lagi wilayah Banyumas yang tadinya sudah zona hijau kini kembali menjadi zona kuning.

Bunda PAUD Kabupaten Banyumas, Erna Sulistyawati Husein meminta, meskipun dilakukan secara daring, pembelajaran akan tetap dibuat menarik dan menyenangkan.

Kemudian tanpa tugas dan biaya yang dapat membebani orangtua siswa.

Itu mengingat saat ini banyak masyarakat yang mengalami kendala ekonomi karena pandemi Covid-19.

"Tetap berkoordinasi dan bersinergi dengan selalu memperhatikan imbauan pemerintah."

"Mari belajar mendalami teknologi informasi, serta rangkul orangtua untuk bisa mendampingi anak belajar," kata Erna kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (9/7/2020).

Erna menambahkan, guru diperbolehkan melakukan kunjungan atau kegiatan belajar di rumah siswa bersangkutan.

Namun dengan satu catatan, yakni atas seizin Ketua RT setempat serta tetap menaati protokol kesehatan. (Permata Putra Sejati)

Anak Punk Salatiga Dihajar Gunakan Paving, Tubuhnya Disiram Bensin, Pelaku: Dia Sering Tidak Sopan

Empat Bulan Vakum Karena Pandemi Covid-19, Lawang Sewu Semarang Sudah Bisa Dikunjungi Lagi

BERITA DUKA, Dokter Puskesmas Karanganyar Meninggal, Jadi Relawan Covid-19 di Kota Semarang

Revitalisasi Terminal Bulupitu Purwokerto Dimulai, Ada Eskalator dan Hall Transit Layaknya Bandara

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved