Berita Kebumen

Musim Kemarau Diprediksi Mulai Agustus, Begini Cara Antisipasi Bupati Kebumen Cegah Kebakaran Hutan

Apel siaga kesiapsiagaan di Kebumen diadakan karena adanya prediksi BMKG musim kemarau di Jawa Tengah akan terjadi pada Agustus 2020.

PEMKAB KEBUMEN
Apel kesiapsiagaan pencegahan di Obyek Wisata Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Kamis (9/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Antisipasi kebakaran hutan, Pemkab Kebumen menggelar apel kesiapsiagaan pencegahan di Obyek Wisata Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Kamis (9/7/2020).

Apel siaga tersebut diadakan karena adanya prediksi BMKG musim kemarau di Jawa Tengah akan terjadi pada Agustus 2020.

Secara umum, kondisi musim kemarau diperkirakan normal.

Kampung Garam Kebumen Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020

Sekolah Boleh Lakukan Pembelajaran Tatap Muka, Tapi Bupati Kebumen Berikan Syarat Ini

29 SMP Negeri di Purbalingga Masih Kurang Siswa, Solusi Dindikbud: Boleh Buka Pendaftaran Offline

Polemik Jembatan Banagara Banjarnegara, Warga Tolak Buka Portal, Pekerja Tambang Ngadu ke Dewan

Namun untuk wilayah Jawa Tengah bagian selatan beberapa zona akan mengalami kondisi di bawah normal atau kemarau lebih kering.

Apel yang dipimpin Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz itu melibatkan ratusan personel.

Mulai dari TNI, Polri, Polisi Hutan, Dinas Perkim LH, Relawan BPBD, Petugas Damkar, dan para relawan.

Bupati Yazid Mahfudz mengatakan, apel ini digelar sebagai antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di tahun ini.

"Masalah ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri."

"Melainkan harus dilakukan secara sinergis oleh semua pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (9/7/2020).

Menurut Bupati, kondisi kemarau akan mengakibatkan desa-desa yang rawan kekeringan akan mengalami kesulitan air bersih.

"Untuk itu diperlukan sinergitas mangatasi kekurangan air bersih antara Perhutani, Lingkungan Hidup, serta peran serta masyarakat."

"Semua itu agar selalu terjaga keseimbangan lahan dan hutan, khususnya di Kabupaten Kebumen" tuturnya.

Ia meminta semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

"Melakukan upaya penyimpanan ketersediaan air bersih dengan optimalisasi pemanfaatan embung, pelestarian sumber air, dan pencarian sumber air lainnya," tukasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Kebumen
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved