Breaking News:

Berita Pendidikan

SMA Ibu Kartini Semarang Setop Terima Siswa Baru, Soekrismanto: Sepi Peminat, Dampak Aturan Zonasi

Soekrismanto pun terlihat tertunduk lesu tatkala mengetahui sekolah yang menjadi tempatnya mengabdi selama 32 tahun tak bisa lagi menerima siswa baru.

KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Gedung cagar budaya, SMA Ibu Kartini Semarang di Jalan Sultan Agung Nomor 77 Semarang, Selasa (7/7/2020). Pada tahun ini terpaksa setop terima siswa baru karena tidak ada peminat, dampak sistem zonasi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - SMA Ibu Kartini Semarang pada tahun ajaran baru ini terpaksa tidak menerima siswa baru.

Soekrismanto pun terlihat tertunduk lesu tatkala mengetahui sekolah yang menjadi tempatnya mengabdi sebagai guru selama 32 tahun tidak bisa lagi menerima calon siswa baru.

Pasalnya, pada tahun ini pemilik yayasan sekolahnya dengan berat hati memutuskan untuk tidak membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Fakta Pasien Sembuh Kembali Positif Covid-19, Seusai Karyawan Bank Ini Jalani Tes Swab Mandiri

Cara Baru Pelaku Kelabui Polisi, Edarkan Narkoba Gunakan Kedok Kirim Bansos Covid-19

PDAM Kota Salatiga Kembali Bebaskan Tagihan Air Bulan Ini, Bagi Pelanggan Kategori A dan Sosial

Belasan ASN Pemkab Banjarnegara Positif Corona, Sempat Tutup Sementara Lima Puskesmas

Alasannya beberapa tahun belakangan, jumlah calon siswa di sekolah yang terletak di Jalan Sultan Agung Nomor 77 Semarang ini lambat laun semakin menyusut.

Semenjak pemerintah menetapkan sistem zonasi dalam proses PPDB, sekolah yang merupakan gedung cagar budaya ini harus bersaing dengan sekolah negeri.

"Beberapa tahun ini, sejak ada zonasi sekolah swasta semakin menjerit."

"Itu karena calon siswa banyak yang terserap di sekolah negeri," jelas Soekrismanto seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (7/7/2020).

Soekrismanto yang sekarang menjadi kepala sekolah kecewa terhadap sistem zonasi karena pelaksanaannya dinilai kurang tepat dan menuai banyak permasalahan.

Dia menyebut, pada tahun ajaran lalu ada dua calon siswa yang sudah mendaftar ke sekolahnya karena sempat ditolak masuk di sekolah negeri karena terbentur zonasi.

Calon siswa tersebut sudah membayar sebagian uang SPP.

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved