Pilkada Serentak 2020

Kerawanan Pilkada Kabupaten Semarang Meningkat, Urutan Keenam di Jateng, Ini Kata Bawaslu

Kabupaten Semarang masuk kategori rawan tinggi di urutan 6 di Jawa Tengah dan urutan ke 41 secara nasional dalam Pilkada Serentak 2020.

Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang M Talkis. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Tingkat kerawanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang Tahun 2020 meningkat karena pandemi Covid-19.

Selain itu, kontestasi bakal calon juga mulai menghangat.

Anggota Bawaslu  Kabupaten Semarang, Syahrul Munir mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, pandemi Covid-19 menyebabkan kerawanan Pilkada 2020 di Kabupaten Semarang meningkat.

Ratusan Polisi Bikin Surat Pengakuan Dosa, Kapolda Sumsel: Mereka Akui Aktif Gunakan Narkoba

Belasan ASN Pemkab Banjarnegara Positif Corona, Sempat Tutup Sementara Lima Puskesmas

Izin Usaha Habis Februari, Belasan Tempat Karaoke Masih Buka di Kota Tegal

SMA Ibu Kartini Semarang Setop Terima Siswa Baru, Soekrismanto: Sepi Peminat, Dampak Aturan Zonasi

"Lonjakan jumlah pasien positif Covid-19 dan meninggal dunia menjadi salah satu indikator yang dihitung dalam menyusun pemutakhiran IKP Pilkada Serentak 2020 ini," jelasnya.

Selama periode Maret-Juni 2020, 17 dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang dinyatakan masuk dalam zona merah.

Dengan kondisi tersebut, dalam skoring pemutakhiran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Kabupaten Semarang menempati urutan kedua di Jawa Tengah setelah Kota Semarang.

Sedangkan pada level nasional, konteks pandemi Kabupatan Semarang berada di urutan 23.

"Efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam menangani pandemi Covid-19 juga jadi aspek yang diukur," kata Munir seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (7/7/2020).

Hal lain yang juga menonjol dalam situasi pandemi adalah kerawanan pada konteks politik dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

" Kabupaten Semarang masuk kategori rawan tinggi di urutan 6 di Jawa Tengah dan urutan ke 41 secara nasional," terangnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Mohammad Talkis menyampaikan, saat peluncuran IKP Pilkada Serentak 2020 akhir Februari 2020, wilayahnya masuk kategori wilayah rawan sedang.

Kabupaten Semarang, kata dia, berada di posisi ke 10 dari 21 kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Pilkada.

"Sedangkan di level nasional, Kabupaten Semarang saat itu ada dirangking ke 113 dari 261 kabupaten dan kota yang menyelenggarakan pemilihan," ungkapnya.

Menurut Talkhis, pada masa penundaan tahapan pilkada, kerja-kerja pengawasan tidak serta merta berhenti.

" Bawaslu fokus pada pengawasan bantuan sosial yang berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan Pilkada."

"Serta potensi pelanggaran netralitas pegawai ASN, kades, dan perangkat desa," terangnya. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat"

Objek Wisata Milik Pemkab Banyumas Belum Siap Dibuka, Masih Tunggu Aplikasi Pendukung

Cerita Pedagang GOR Satria Purwokerto: Makin Sepi Pengunjung, Pendapatan Terus Menurun

Cara Baru Pelaku Kelabui Polisi, Edarkan Narkoba Gunakan Kedok Kirim Bansos Covid-19

Rasanya Geli-geli Gimana Gitu, Nurhayati Ikut Tes Swab Massal di Pasar Manis Purwokerto

Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Pilkada Serentak 2020
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved