PKM Kabupaten Kendal

Viral Denda Minimal Rp 250 Ribu Jika Tak Gunakan Masker, Sekda Kendal: Itu Dipastikan Hoaks

Tak sedikit warga menanyakan kebenaran serta mengungkapkan keberatan atas denda minimal Rp 250 ribu yang bakal diterapkan Pemkab Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
TANGKAPAN LAYAR pesan berantai di media sosial yang menyebutkan ada denda minimal Rp 250 ribu bagi pelanggar atau masyarakat yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah di Kabupaten Kendal. 

Seperti contoh melanggar protokol dengan tidak memakai masker hingga nekat berkumpul tanpa jarak yang telah diatur.

"Kami akan gencar lakukan operasi kerumunan dan jaga jarak."

"Apabila ditemukan yang melanggar, contoh sanksi yang kami berikan adalah membersihkan sungai."

"Atau dari tempat dia melanggar harus dibersihkan lingkungannya sejauh radius 200 meter."

"Ada masukan sanksi bentuk lain, nanti juga rencananya memakai seragam bertuliskan 'Saya Penerima Sanksi Sosial' saat menjalankan sanksi," katanya.

Pihaknya menegaskan, meski adanya kemungkinan rasa jenuh masyarakat untuk berdiam diri di rumah, setidaknya masyarakat harus mematuhi protokol saat beraktivitas.

Hal tersebut menurut Mirna menjadi perhatian bersama agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

"Ada petugas khusus yang memberikan sanksi nantinya."

"Meliputi Satpol PP hingga TNI-Polri."

"Kami juga libatkan petugas monitor di tiap lingkungan masyarakat," ujarnya.

Empat Kategori Penentuan Zona Merah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, saat ini Kabupaten Kendal sudah menjadi zona merah Covid-19.

Katanya, hal tersebut dinilai berdasarkan 4 kategori dalam menentukan zona merah tiap daerah.

Meliputi peningkatan jumlah pasien positif, peningkatan ODP dan PDP, peningkatan PDP yang dimakamkan berdasarkan protokol Covid-19, dan tenaga medis setempat terpapar.

"Jadi dari keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang mengatur new normal, Kendal saat ini termasuk zona merah, jumlah nilainya 70."

"Indikatornya dilihat dari 4 hal tersebut, di Kendal sudah terpenuhi."

"Hanya saja 3 di antaranya selain peningkatan ODP dan PDP, meningkat," tuturnya.  (Saiful Ma'sum)

Alhamdulillah Non Reaktif, Rapid Test Kedua Terhadap Keluarga Bos Warteg Asal Tegal

Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Jateng Turun, Listyati Minta Revisi Target Tahun Ini

Ganjar Cium Modus Palsukan KK di PPDB Online, Banyak Juga Orangtua Titip Anak Masuk Sekolah Favorit

19 Warga Blado Batang Keracunan, Seusai Santap Ikan Tongkol Program BPNT, Ini Penjelasan Dinkes

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved