Breaking News:

Berita Kudues

Uang Sogokan Senilai Rp 65 Juta untuk Penerimaan Pegawai PDAM Kudus Disimpan di Jok Motor

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kudus menemukan uang suap sebesar Rp 65 juta di dalam jok sepeda motor, Kamis (11/6/2020).

Tribunbanyumas.com/ Raka F Pujangga
Jumpa pers ungkap kasus korupsi di Kudus 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kudus menemukan uang suap sebesar Rp 65 juta di dalam jok sepeda motor, Kamis (11/6/2020).

Kepala Kejari Kabupaten Kudus, Rustriningsih mengatakan,‎ uang suap itu dipakai untuk penerimaan dan pengangkatan pegawai PDAM Kabupaten Kudus.

Pihaknya menyesalkan, di tengah bencana covid-19 masih ada oknum pegawai yang mencari kesempatan.

Peredaran Sabu di Dalam Lapas Terungkap, Narkoba Disembunyikan di Dalam Tremos

Sembuh Dari Corona Kasatpol PP Kota Semarang Minta Warga Terpapar Gunakan Tempat Isolasi Pemerintah

Pengendara Motor di Solo Tewas Setelah Lehernya Terjerat Senar Layangan Putus

Penyiram Novel Cuma Dituntut 1 Tahun, Simak Daftar Tuntutan Kasus Penyiraman Air Keras Lainnya

"Kami melakukan OTT terhadap oknum pegawai PDAM Kabupaten Kudus yang diduga mener‎ima uang untuk pengangkatan pegawai pukul 14.30. Uang itu disembunyikan di dalam jok sepeda motor," jelas dia, di kantornya, Jumat (12/6/2020).

Dia menjelaskan, ‎setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) itu pihaknya menetapkan tersangka satu orang berinisial T pada bagian kepegawaian.

Pihaknya juga telah memeriksa sebanyak empat orang sebagai saksi terkait kasus suap tersebut.

"‎Setelah melakukan pemeriksaan semalam, kami menetapkan tersangka kepada pria berinisial T," ujar dia.

Dia juga telah mengamankan barang bukti berupa uang, beberapa buku tabungan, ponsel dan sepeda motor.

Selain itu, dia juga melakukan penyegelan ruangan Direktur PDAM Kabupaten Kudus dan mengamankan beberapa dokumen dan CPU.

Balita Penderita Jantung Bocor Tidak Bisa Ditangani, Begini Keterangan BPJS Kesehatan

Menengok Sejarah Ayam Geprek, Berawal Dari Ide Mahasiswa Asal Kudus di Yogyakarta Tahun 2003

Syarat yang Harus Dipenuhi Jika Pondok Pesantren Ingin Kembali Buka di Tengah Pandemi Corona

"Kami melakukan penyegelan ruangan tersebut untuk mengamankan barang buktinya," ujar dia.

‎Hingga saat ini, kata dia, tersangka berinisial T tersebut masih belum dilakukan penahanan karena menunggu koordinasi dengan rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Kudus.

"Karena kami tidak punya ruang tahanan, sekarang masih berkoordinasi dengan pihak Rutan. Kami tunggu nanti sampai pukul 15.00," ujar dia. (raf)

Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved