Breaking News:

Berita Banjarnegara

Pemilik Toko Makanan Simpan Ribuan Miras di Bunker, Bupati Banjarnegara: Pasti Kami Pidanakan

Operasi miras itu dilakukan di sebuah toko di pusat kota atau di sekitar perempatan traffic light Kompleks Kantor Polres Banjarnegara.

TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengecek ribuan botol miras hasil sitaan Satpol PP Kabupaten Banjarnegara, Jumat (12/6/2020). 

Tetapi petugas telah mendapat informasi bahwa toko itu menjual barang haram.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono menyaksikan ribuan miras hasil sitaan di sebuah toko makanan, Jumat (12/6/2020).
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono menyaksikan ribuan miras hasil sitaan di sebuah toko makanan, Jumat (12/6/2020). (SATPOL PP KABUPATEN BANJARNEGARA)

Sumpiuh Banyumas Kedatangan 9 Pemudik, Kades Banjarpanepen: Besok Mereka Tetap Wajib Karantina

PPDB SMK di Jateng Tidak Terapkan Jalur Zonasi Apalagi SKTM, Bahan Pertimbangan Nilai Raport Siswa

Direktur PDAM Kudus Hilang Tanpa Kabar Sejak Kamis, Kejari Bongkar Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

Benar saja, saat digeledah, petugas menemukan tempat mencurigakan di dalam rumah itu.

Ada beberapa bunker di rumah itu yang diketahui petugas.

Rupanya, lubang buatan itu digunakan untuk menyimpan minuman keras (miras).

Di situ, petugas menemukan banyak miras yang tersimpan rapi.

"Mirasnya disimpan di dalam bunker," kata Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (12/6/2020).

Ribuan botol miras berbagai merek itu pun diangkut petugas.

Kini, barang-barang itu disita di kantor Satpol PP Banjarnegara.

Budhi mengatakan, jika dinominalkan, miras itu diperkirakan senilai sekira Rp 100 juta.

Menurut Budhi, pihaknya hanya ingin menegakkan Perda tentang miras.

Ia pun menyesalkan masih adanya pengusaha yang nekat menjual miras di Banjarnegara.

Menurut dia, miras adalah pintu masuk dari berbagai macam tindak kejahatan.

Karenanya, pihaknya akan terus menggiatkan kegiatan semacam itu untuk membasmi peredaran miras di Banjarnegara.

"Ini untuk menegakkan Perda. Ada ancaman hukumannya jika melanggar," katanya. (Khoirul Muzakki)

Banyumas Masuki Fase New Normal, Tim Gugus Tugas Covid-19 Tetap Bekerja, Ini yang Dilakukan Mereka

Masih Ada Kasus Positif Covid-19 di Kota Magelang, Kamis Malam Tambah Dua Pasien

Fenomena Program Bansos di Salatiga, Tak Sedikit Penerima PKH Ingin Beralih ke BST Kemensos

Anak Mendiang Dokter Spesialis RSUD Kardinah Kota Tegal Dinyatakan Positif Covid-19

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved