Soekarno

[Sejarah] 6 Juni 119 Tahun Lalu, Hari Lahir Soekarno Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia

[Sejarah] 6 Juni 119 Tahun Lalu, Hari Lahir Soekarno Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia

Istimewa/net
Ilustrasi Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno, yang sangat anti terhadap Nekolim (neo kolonialisme-imprealisme, red). Soekarno lahir pada 1 Juni 1901, atau tepat pada 119 tahun lalu, bila dihitung per hari ini Sabtu 6 Juni 2020. 

"Bung Karno (Soekanrno) jelas lahir di Surabaya, sesuai dengan pengetahuan sejarah saya. Keterangan tempat lahir Bung Karno di Blitar dipublikasikan di zaman Orde Baru. Ini bentuk pengaburan sejarah yang berbau politik."

TRIBUNBANYUMAS.COM - Tepat hari ini, 6 Juni 119 tahun yang lalu, Putra Sang Fajar Soekarno, dilahirkan di Surabaya.

Ya, Sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia itu, lahir saat fajar menyingsing di Kota Pahlawan, dari pasangan suami-istri Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Sesaat setelah putra sang fajar lahir, ia diberi nama Kusno. Nama lahir itu diubah menjadi Soekarno setelah bayi Kusno sering mengalami sakit-sakit.

44 tahun setelah ia lahir, tepatnya 1 Juni 1945, Soekarno membidani lahirnya Pancasila, yang menjadi dasar bagi Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI).

Selain 6 Juni 1901, ada beberapa pendapat lain terkait lahirnya Soekarno. Pun ada yang menyebut, Soekarno tidak dilahirkan di Surabaya, melainkan Blitar.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Kita Bersyukur Pancasila Jadi Bintang Penjuru, saat Bangsa Sedang Diuji. . .

Nenek 67 Tahun Tolak BLT Corona, Alasannya Bikin Haru, Saya Masih Sehat dan Kuat Bekerja

Perjuangan Nakes Melawan Corona Dilecehkan di Facebook, Organisasi Perawat Lapor Polisi

Yang pasti, saat meninggal pada 21 Juni 1970 (pada usia 69 tahun), Soekarno kemudian dikebumikan di Blitar, Jawa Timur.

Namun, atas perbedaan yang ada, Soekarno sendiri mengaku lahir pada 6 Juni 1901.

Hal ini terungkap dalam biografi Soekarno yang ditulis Cindy Adams, Soekarno Penyambung Lidah Rakyat (cetakan pertama 1965).

Dalam buku itu, Soekarno mengaku lahir saat fajar. Karena itu, banyak yang menyebut Soekarno sebagai "Putra Sang Fajar".

"Bersamaan dengan kelahiranku menyingsinglah fajar dari suatu hari yang baru dan menyingsing pulalah fajar dari satu abad yang baru," demikian penuturan Soekarno, seperti tertulis dalam buku yang ditulis Cindy Adams.

Dalam biografi itu, Soekarno juga mengaku lahir di Surabaya.

Beragam Versi Hari Lahir Soekarno

Meski begitu, versi yang selama ini beredar pada era Orde Baru menyebut Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved