Breaking News:

Berita Pendidikan

Aksi Mahasiswa di Rektorat Unnes Diikuti Petugas Medis, Lakukan Cek Suhu dan Ingatkan Jaga Jarak

Dari awal unjuk rasa hingga massa membubarkan diri, tenaga medis tersebut selalu mengawasi jarak dan penggunaan masker para mahasiswa serta pejabat.

Tribunbanyumas.com/ Budi Susanto
Hilir mudik tim medis dalam unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Unnes, Selasa (2/6/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sejumlah tenaga medis yang mengenakan APD berwana merah lengkap dengan kacamata dan masker hilir mudik di tengah massa yang menggelar unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Unnes.

Dari awal unjuk rasa hingga massa membubarkan diri, tenaga medis tersebut selalu mengawasi jarak dan penggunaan masker para mahasiswa serta pejabat Unnes yang hadir dalam aksi.

Bahkan mereka melakukan cek suhu tubuh setiap peserta unjuk rasa dan pejabat Unnes.

Tak jarang secara tegas tenaga medis tersebut memberikan arahan jika peserta aksi maupun pejabat Unnes terlalu dekat dan tidak mengenakan masker secara benar.

Kasus Covid-19 di Kota Semarang Meningkat, Hendi: Penerapan New Normal Lupakan Saja

Angka Penularan Corona di Jateng Menurun, Ganjar Tak Ingin Gegabah Terapkan New Normal

Sudah Menunggu Bertahun-tahun Tak Jadi Berangkat, Calon Jemaah Haji Kecewa Namun Hanya Pasrah

Misteri Teror Pocong di Purbalingga Mulai Terungkap, Warga Temukan Kain Kafan Jatuh di Tepi Jalan

Ketegasan tersebut disambut baik oleh peserta unjuk rasa yang menggelar aksi di depan Gedung Rektorat.

"Tolong jaga jarak, tolong jaga jarak, saya tidak peduli dengan tuntutan atau debat, saya hanya peduli dengan kesehatan dan keselamatan," ucap terus menerus Hasti Widialestari satu di anatara dokter di klinik Unnes yang menjadi tenaga medis dalam aksi, Selasa (2/6/2020).

Tak hanya peserta aksi, bahkan ia tak segan memperingatkan petugas keamanan dan pejabat Unnes jika menyalahi aturan.

"Semua harus jaga jarak dan gunakan masker secara benar, itu bapak di brlakang tolong pakai masker secara benar, jangan hanya di mulut, hidung harus tertutup," teriaknya di tengah kerumunan massa.

Hasti menerangkan bersama beberapa tenaga medis ia tak mau ada korban terjangkit Covid-19 di tengah unjuk rasa.

"Saya dibantu tiga dokter dan dua perawat untuk menjaga massa agar tetap patuh terhadap protokoler kesehatan, jangan sampai melanggar protokoler kesehatan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved