Breaking News:

Berita Korupsi

Agar Terlepas dari Jeratan Pidana, KPK: Segera Lapor Bila Dapat Gratifikasi Idulfitri

KPK mengimbau para penyelenggara negara untuk segera melapor paling lambat 30 hari sejak menerima gratifikasi.

TOTO SIHONO
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Sepanjang perayaan Hari Raya Idulfitri, pemberian gratifikasi masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Sebagai buktinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima 58 laporan gratifikasi berkait Idulfitri 2020.

Totalnya senilai Rp 62,8 juta hingga Jumat (29/5/2020).

Gegerkan Warga Dua Kecamatan, Polres Purbalingga Buru Penyebar Isu Pocong

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya

Bukti Pasien Sembuh Kembali Positif Covid-19, Bupati Banjarnegara: Sekeluarga Masuk Klaster Gowa

"Pelaporan tersebut berasal dari 10 kementerian/lembaga, yaitu 28 laporan."

"Lalu 3 pemerintah provinsi dan 9 pemerintah kabupaten/kota sebanyak total 22 laporan, dan 5 BUMN/D dengan total 8 laporan," kata Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati, Senin (1/6/2020).

Gratifikasi jenis barang yang dilaporkan, seperti parsel makanan serta barang pecah belah.

Kemudian, ada pula yang melaporkan telah menerima voucher dan uang.

Ipi menuturkan, nilai yang dilaporkan berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 10 juta.

Gratifikasi tersebut diberikan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) serta ucapan terima kasih karena telah menggunakan produk tertentu.

KPK pun mengimbau para penyelenggara negara untuk segera melapor paling lambat 30 hari sejak menerima gratifikasi.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved