Teror Virus Corona

Ketua GugusTugas Covid-19 Doni Monardo Tegaskan Indonesia Masih Darurat Bencana Corona

Ketua GugusTugas Covid-19 Doni Monardo Tegaskan Indonesia Masih Darurat Bencana Corona

DOKUMENTASI BNPB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menegaskan Indonesia masih dalam kondisi darurat bencana corona, setelah 29 Mei nanti. Hal ini mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana Nonalam Covid-19 sebagai Bencana Nasional 

Status keadaan darurat bencana masih terus berlaku setelah 29 Mei, karena merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana Nonalam Covid-19 sebagai Bencana Nasional yang diteken Presiden Joko Widodo pada 13 April 2020.

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kasus positif Covid-19 yang baru masih saja terjadi, hal itu menunjukkan penularan virus corona masih terus berlangsung.

Karena itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menegaskan status darurat bencana di Tanah Air masih berlaku.

Menurut Doni, status Keadaan Tertentu Darurat Bencana yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan berakhir pada 29 Mei mendatang.

"Situasi pandemi menyebabkan Indonesia masih berada dalam keadaan darurat bencana," kata Doni dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2020).

Namun, status keadaan darurat masih terus berlaku setelah 29 Mei, karena merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana Nonalam Covid-19 sebagai Bencana Nasional yang diteken Presiden Joko Widodo pada 13 April 2020.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Berbekal Tusuk Gigi Dua Pria Ini Hasilkan Uang Rp200 Juta, 18 Kali Ganjal ATM di Semarang

Nadiem Makarim Angkat Bicara Terkait OTT KPK di Kampus UNJ: Tak Ada Toleransi

Masjid Agung Jawa Tengah Pastikan Tak Gelar Salat Ied, Pengurus: Mohon Umat Islam Memahami

"Secara otomatis, status keadaan darurat bencana menyesuaikan dengan Keputusan Presiden 12 Tahun 2020. Selama keppres tersebut belum diakhiri, maka status kebencanaan masih berlaku," ucap Doni.

Ia menjelaskan, berdasarkan Keppres 12/2020, status keadaan darurat bergantung pada dua indikator.

Pertama, penyebaran virus corona yang menyebabkan Covid-19 masih terjadi dan menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan meluasnya cakupan wilayah terdampak dan implikasi pada aspek sosial-ekonomi.

"Gugus Tugas Nasional mencatat hingga kemarin (21/5) angka kasus positif Covid-19 masih bertambah. Di samping itu, besarnya kasus dalam satu bulan terakhir menunjukkan penularan terjadi pada transmisi lokal," kata Doni.

Halaman
123
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved