Breaking News:

Berita Otomotif

Norak dan Berbahaya! Jangan Biasakan Nyeker saat Nyetir, Bisa Berakibat Fatal

Norak dan Berbahaya! Jangan Biasakan Nyeker saat Nyetir, Bisa Berakibat Fatal

Istimewa/net
Ilustrasi nyetir tak memakai alas kaki alias nyeker. Kebiasaan nyetir nyeker berbahaya dan dapat berakibat fatal. 

“Menyetir wajib gunakan sepatu atau sandal yang terikat dengan baik, bukan sendal jepit. Apalagi nyeker. Hal tersebut dikarenakan saat mengemudi, kaki perlu grip yang baik dengan pedal yang ada.”

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEPOK – Beragam cara orang agar merasa nyaman saat mengendarai alias nyetir mobil.

Di antaranya adalah melepas alas kaki utawa nyeker. Namun, siapa nyana, kebiasaan nyeker saat nyetir itu norak dan berbahaya, bahkan bisa jadi berakibat fatal.

Marcell Kurniawan, Training Director dari The Real Driving Centre (RDC), mengatakan menyetir wajib menggunakan alas kaki.

Ia menegaskan, salah satu kebiasaan yang tidak sesuai standar keselamatan yaitu menyetir tanpa alas kaki alias nyeker.

“Menyetir wajib gunakan sepatu atau sandal yang terikat dengan baik, bukan sendal jepit. Apalagi nyeker."

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Jangan Berharap Berlebihan, Ganjar: Bantuan Pemerintah Tak akan Pernah Cukup Menyasar Semua

Mogok Kerja Karena Kekurangan APD, 109 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Dipecat

Ibu di Cianjur Ajak Anaknya yang Masih Balita Berjalan Kaki 10 Km Demi Bantuan Sembako

"Hal tersebut dikarenakan saat mengemudi, kaki perlu grip yang baik dengan pedal yang ada,” ucap Marcell kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Kalau grip kaki dengan pedal tidak baik, bisa terjadi selip dan bisa membahayakan.

Oleh karena itu, ketika menyetir tidak disarankan untuk telanjang kaki, menggunakan sendal jepit, dan hak tinggi ketika mengemudi.

“Ketika grip antara kaki dan pedal kurang, nanti selip dan bisa menyebabkan situasi yang berbahaya. Contohnya, seharusnya injak pedal rem, malah terlepas karena kaki yang licin,” kata Marcell.

Halaman
12
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved