Breaking News:

Berita Kebumen

Pria 68 Tahun di Kebumen Belum Juga Beristri, Kini Ditangkap Polisi Karena Cabuli Bocah Laki-laki

Ironis, seorang kakek, MH (68) warga desa Karangsari Kebumen diduga diduga melakukan perbuatan cabul kepada seorang anak laki-laki.

Istimewa
Polres Kebumen konferensi pers ungkap kasus pencabulan oleh anak di bawah umur. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Ironis, seorang kakek, MH (68) warga desa Karangsari Kebumen diduga diduga melakukan perbuatan cabul kepada seorang anak laki-laki yang masih di bawah umur, sebut saja Bram (14).

Ia pun harus berurusan dengan polisi lantaran perbuatannya.

Kakek yang sampai dengan saat ini masih membujang ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Kebumen pada hari Jumat (1/5) sekira pukul 16.00 Wib di rumah tersangka.

Diungkapkan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, kejadian itu dilakukan tersangka sejak bulan Januari 2020.

Dalam 24 Jam Terakhir 529 Orang Terinfeksi Virus Corona, Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 17 Ribu

Jemput Santri Positif Corona, Bupati Justru Dibacakan Doa dan Dianggap Zalim

Begal yang Rampas Sepeda Motor dan HP Warga Cilacap Ditangkap, Satu Masih Buron

Dengarkan Karya Didi Kempot Sebelum Meninggal Istighfar Sak Kuatmu Liriknya Bikin Terenyuh

Modusnya, menurut Kapolres, tersangka meyakinkan korban bahwa ia orang baik dan bisa mendoakan korban menjadi anak yang saleh.

"Saat mendoakan itu, perbuatan asusila dilakukan kepada korban," jelas AKBP Rudy, Sabtu (16/5).

Aksi pencabulan itu dilakukan tersangka di dalam rumahnya.

Korban yang sering terlihat bermain di depan rumahnya, dipanggil tersangka untuk masuk ke rumahnya.

Untuk memuluskan aksinya, setelah melakukan pelecahan kepada Bram, tersangka memberinya uang agar tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kepada siapapun.

Guru SMP Hamili Siswinya Sendiri, Ketahuan Setelah Siswa Meminta Pertanggungjawaban Lewat Whatsapp

Dua Pemuda Cilacap Harus Rayakan Idul Fitri di Penjara Setelah Lakukan Perampasan HP di Kesugihan

Virus Corona Masuk Penjara, 11 Tahanan Polres Positif Covid-19

Dieng dan Destinasi Lain di Banjarnegara Tutup 3 Bulan Karena Corona, Pemkab Merugi Rp 7 Miliar

Pihaknya akan melakukan pengecekan kondisi psikologis tersangka.

"Nanti kita akan undang psikiater untuk mengecek kejiwaan tersangka," kata AKBP Rudy.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 292 KUH Pidana dengan ancaman paling lama 5 tahun kurungan penjara.

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved