Breaking News:

Berita Regional

Lebih Tegas Dari Daerah Lain, Jawa Timur Tetapkan Mudik Lokal Antar Kabupaten Kota Dilarang

Provinsi Jawa Timur menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona yang lebih ketat dari provinsi lainnya.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Jumlah kasus Covid-19 di Jawa Timur bertambah 115 kasus atau totalnya menjadi 1.649 kasus hingga Selasa (12/5/2020) malam. Dari jumlah itu, satu kasus di antaranya berasal dari Kabupaten Sampang, daerah yang selama ini masuk kategori zona hijau.(Tangkapan layar) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Provinsi Jawa Timur menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona yang lebih ketat dari provinsi lainnya.

Mereka melarang mudik meski hanya perjalanan antar kabupaten atau kota dalam satu provinsi.

Pemerintah  setempat telah mengeluarkan aturan untuk melarang warga yang tinggal di dalam zona merah, untuk tidak mudik ke luar daerah.

Salah satunya provinsi Jawa Timur menerapkan larangan mudik lokal selama pandemi.

Tim Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Tasikmalaya, Ini yang Ditemukan

Kapolsek Ditusuk, Aparat Gabungan Disandera, Polisi Belum Temukan Tersangka

Sogokan Rp 500 Juta Ditolak Korban Perkosaan, Anggota DPRD Naikan Jadi Rp 1 Miliar

Emak-emak Positif Corona Menolak Dirawat di RS, Pilih Berobat ke Dukun Bersama Keluarganya

Wadirlantas Polda Jawa Timur AKBP Pranatal Hutajulu, mengatakan, sesuai aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB), pihaknya bakal melarang kendaraan yang melakukan perjalanan antar kota atau kabupaten di Jawa Timur.

“Mudik lokal tetap tidak boleh, meski antar kabupaten di Jatim,” ujar Pranatal, kepada Kompas.com (13/5/2020).

“Karena ada kabupaten atau daerah yang masuk zona merah pandemi, ada juga yang daerah kuning atau hijau."

"Kalau ada penduduk di daerah merah, mudik ke hijau, maka bisa berpotensi menimbulkan kerawanan,” katanya.

Pranatal menambahkan, hanya beberapa orang yang masuk dalam kriteria, yang diperbolehkan melakukan perjalanan selama masa PSBB.

“Pertama adalah pegawai lembaga pemerintah maupun swasta yang sedang bertugas, kemudian orang yang sakit harus berobat keluar kota, dan WNI dari luar negeri yang pulang ke Indonesia,” ucap Pranatal.

“Itu pun harus menunjukkan surat-surat yang lengkap, hasil tes PCR/Rapid Test Negatif, dan lain-lain,” ujarnya.

Mulai Rp 70 Juta Toyota Alphard Bekas di Bursa Lelang, Berikut Daftarnya

Viral Seorang Wanita Masturbasi di Toko IKEA, Manajemen Perketat Pengawasan

Mudik Lokal Dalam Satu Wilayah Tidak Dilarang Saat Idul Fitri, Namun Ada Syaratnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Purwokerto Banyumas Ramadan Hari ke-21, Kamis 14 Mei 2020

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, pihaknya bakal memberikan sanksi tegas bagi para pelanggar PSBB.

Sanksinya berupa tidak bisa mendapatkan izin perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan SKCK hingga enam bulan ke depan.

“Mereka yang melanggar tak akan mendapat perpanjangan SIM, begitu juga saat mengurus SKCK,” ucap Khofifah, beberapa waktu yang lalu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Jawa Timur Mudik Lokal Dilarang, Sanksinya Tak Bisa Perpanjang SIM", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved