Berita Temanggung

Gareng Marah Korban Tak Mau Ceraikan Suami, Kepala Ibu dan Balita Dipalu di Temanggung

Gareng Marah Korban Tak Mau Ceraikan Suami, Kepala Ibu dan Balita Dipalu di Temanggung. anak meninggal, ibu kritis

Istimewa/Dok Polres Temanggung
Kapolres Temanggung, AKBP M Ali; didampingi Kasubag Humas, AKP Henny WL (kiri); dan Kasatreskrim, AKP M Alfan Armin (kanan), saat gelar perkara penganiayaan sadis di Desa Tleter, Kecamatan Kaloran. Korban yang merupakan ibu dan anak, kepalanya dipukul palu berkali-kali oleh tersangka. Diduga kasus penganiayaan sadis ini bermotif asmara. 

Dituturkan, pada Rabu (13/5/2020) sekitar pukul 04.30, tersangka mengendap-endap di luar rumah korban dengan membawa martil.

Ia kemudian masuk ke rumah korban yang tak dikunci, dan langsung menuju kamar tempat kedua korban tidur.

"Tersangka masuk setelah melihat saksi (nenek korban meninggal, red) keluar dari rumah untuk salat subuh," kata Henny.

Sesampainya di kamar korban, tersangka bertanya kepada Ernawati terkait kepastian kelanjutan hubungan keduanya.

Namun, korban tak memberikan kejelasan soal diduga hubungan gelap tersebut.

"Tersangka marah lalu memukulkan martil yang dibawanya ke kepala korban sebanyak 4 kali. Di saat bersamaan, korban NMA bangun dan menangis."

"MNA pun tak luput dari amukan tersangka. Korban NMA dipukul dengan martik di kepalanya sebanyak 2 kali. Lalu, ditambah 4 kali pukulan lagi, sama di bagian kepala (korban Ernawati)," terang Henny.

"Sehingga, korban Ernawati total mendapat 8 kalli pukulan martil di kepalanya," sambung perwira polisi berpangkat tiga balok di pundak itu.

Setelah kedua korban tak bergerak, tersangka pergi melalui pintu belakang dan melarikan diri ke perkebunan untuk bersembunyi.

Sepulang dari salat subuh, saksi menemukan korban tergeletak bersimbah darah.

Motif Asmara

Informasi yang didapat, tersangka selama ini menjalin hubungan spesial dengan korban, yang telah bersuami.

Sementara suami korban selama ini merantau di Kalimantan, untuk mencari nafkah.

Perkara ini diduga dilatarbelakangi karena tersangka marah, sebab korban tidak mau bercerai dengan suami, untuk selanjutnya menikah dengan tersangka.

Bahkan, korban hendak memutuskan hubungan terlarangnya dengan tersangka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Temanggung
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved