Breaking News:

Berita Tegal

Nol Kasus Baru Corona, Masyarakat Kota Tegal Diminta Jalani Kehidupan Normal Baru

Wabah virus corona Covid-19 menuntut masyarakat mengubah perilaku dan pola pikir dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Fajar Bahruddin
Petugas cek kesehatan di akses pintu masuk Kota Tegal, di Jalan Proklamasi sedang mengecek suhu tubuh pengendara yang akan masuk ke dalam kota, Selasa (31/3/2020) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Wabah virus corona Covid-19 menuntut masyarakat mengubah perilaku dan pola pikir dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, pandemi ini sedikit demi sedikit mempengaruhi tradisi dalam berelasi antarmasyarakat, contoh: tidak bersalaman atau kontak fisik.

Meskipun tidak ada kasus pasien positif corona baru, seperti di Kota Tegal, kondisi 'normal yang baru' juga tetap dilaksanakan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan meskipun kondisi sudah landai di Kota Tegal, kehidupan normal yang baru masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan harus terus dilakukan.

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Cilacap, Ramadan Hari ke-20, Rabu, 13 Mei 2020

THR ASN Segera Cair, Cek Golongan PNS, TNI, Polri dan Pensiunan yang Akan Mendapatkannya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Purwokerto Banyumas Ramadan Hari ke-20, Rabu 13 Mei 2020

Kasus Virus Corona Belum Menurun Signifikan, Bek Tottenham Tak Setuju Liga Inggis Bergulir 1 Juni

"Kalau masih PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), saran saya dilakukan kontrol yang ketat."

"Saya sudah bicara ke Pak Wali Kota agar ditata mulai sekarang, kalau mau buka jalan, silakan, nyalakan lampu silakan, namun sebaiknya normal baru dilaksanakan," kata Ganjar, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2020).

Normal baru yang dimaksud yakni masyarakat bisa beraktivitas kembali namun dengan protokol kesehatan yang ketat, tidak sama lagi seperti kehidupan sebelum pandemi melanda.

Tata kehidupan yang harus ditata dalam masyarakat, kata dia, yakni penerapan physical distancing di tempat publik, pasar, dan sebagainya.

Untuk mewajibkan warga memakai masker, payung hukum bisa diciptakan dengan peraturan bupati atau wali kota.

Hal itu yang dilakukan sejumlah daerah di Jateng, seperti Banyumas yang menerapkan sanksi denda jika tak pakai masker.

"Pasar, pedagang kaki lima silakan ditata."

Misteri Jasad Terkubur di Dalam Rumah Berhasil Diungkap Polisi, Tewas Berawal dari Kopi yang Dingin

Jebakan Tikus di Sawah Kabupaten Sragen Justru Tewaskan Enam Orang Petani

Kronologi Gadis 16 Tahun Dibunuh Keluarganya, Para Pelaku Juga Sempat Menyandera Tetangga

Pasien Corona di Purbalingga Terus Bertambah, Pemerintah Kabupaten Berlakukan Jam Malam

"Pedagang di pasar diatur dengan pasang kotak- kotak, pasang garis untuk tempat pembeli antre, wajib pakai masker."

"Bisa ada payung hukum mengatur semuanya. Kerumunan diatur dan wajib pakai masker," jelasnya.

Kontrol ketat yang dilakukan Pemkot Tegal, lanjutnya, hingga akhirnya tidak ada kasus baru positif corona harus didukung.

"Ada modal yang bagus untuk menerapkan normal yang baru. Kota Tegal bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jateng bahkan di Indonesia," ucap gubernur.(mam)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved