Breaking News:

Berita Pendidikan

Sekolah Libur Karena Virus Corona, Bagaimana Penentuan Kenaikan Kelas?

Sektor Pendidikan, menjadi salah satu yang terdampak adanya pandemi corona saat ini. Para siswa diliburkan dan digantikan dengan mengerjakan tugas.

KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Ribuan siswa dan para guru di SMPN 6 Tasikmalaya menggelar sholat ghaib bagi temannya yang diketahui tewas di drainase depan sekolahnya, Selasa (28/1/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Sektor Pendidikan, menjadi salah satu yang terdampak adanya pandemi corona saat ini.

Para siswa diliburkan dan digantikan dengan mengerjakan tugas atau belajar di rumah.

Lalu bagaimana masalah kenaikan kelas dan kelulusan, jika siswa tidak bisa melakukan proses belajar di sekolah, termasuk melaksanakan tes dan ujian?

Saat Tribunbanyumas.com mencoba mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Kabid Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikbud Kabupaten Tegal, Satiyo, Ia mengatakan berpedoman pada aturan Kemendikbud.

Jaga Jarak Karena Virus Corona, Dokter di RSI Banjarnegara Modifikasi Stetoskop Jadi Panjang

Kabar Baik, Perusahaan di Jerman Uji Coba Vaksi Anti Virus Corona ke Manusia

Di Tengah Pandemi, 53 Tenaga Medis RSUP dr Sardjito Yogyakarta Harus Dikarantina Karena Ulah Pasien

Terdampak Virus Corona, Penjual Sayur di Bandungan Semarang Justru Buat Aplikasi Jual Sayur Online

Pedoman itu terkait penentu kenaikan kelas dan kelulusan Siswa SD dan SMP, menggunakan acuan nilai rapot lima semester terakhir.

Jadi untuk menentukan apakah siswa tersebut layak untuk naik kelas atau pun lulus yaitu menggunakan nilai rapot yang sudah ada.

"Untuk kelulusan SD bearti menggunakan nilai rapot dari kelas 4,5,dan 6. Sedangkan untuk kelulusan SMP bearti menggunakan nilai rapot dari kelas 1,2,dan 3."

"Adapun untuk kenaikan kelas menggunakan nilai mulai dari semester 1, dan nilai tambahan dari tugas secara online yang diberikan," jelas Satiyo, pada Tribunjateng.com, Kamis (30/4/2020).

Sementara itu, Satiyo mengungkapkan, pada masa pandemi corona dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk mendukung pencegahan Covid-19.

Hal ini sesuai revisi Permendikbud nomor 8 tahun 2020 tentang Juknis BOS Reguler.

Di antaranya mempermudah pembelajaran daring, kaitannya untuk membeli pulsa dan kuota internet baik untuk guru atau pun siswa.

Eks Peserta Ijtima Gowa Positif Corona Berulah, Sanggah Sakit Nekat Ikut Salat Tarawih di Masjid

Banding Dikabulkan, Eks Ketua Umum PPP Bebas dari Penjara KPK Tadi Malam, Rommy: Berkah Ramadan

KAI Percepat Pengembalian Uang Pembatalan Tiket via KAI Access

Penjelasan Bupati Purbalingga Soal Bantuan Berlabel Fotonya: Tidak Menjadi Masalah, Kecuali. . .

Lalu dana BOS juga bisa dialokasikan untuk pembelian sarana penunjang kesehatan bagi guru dan siswa.

Seperti alat kebersihan, Handsanitizer, sabun cuci tangan, masker, dan lain-lain.

"Pendistribusian pulsa nya melalui sekolah atau guru, nanti bisa melampirkan kwitansi atau tanda bukti pembelian."

"Baik pembelian di counter, secara online, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mempermudah siswa belajar di rumah," ujarnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved