Breaking News:

Berita Yogyakarta

Di Tengah Pandemi, 53 Tenaga Medis RSUP dr Sardjito Yogyakarta Harus Dikarantina Karena Ulah Pasien

Sebanyak 53 tenaga medis di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta menjalani tes swab virus corona karena keluarga pasien tak jujur.

Editor: Rival Almanaf
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi Tenaga Medis: Tim medis mengevakuasi pasien menuju Ruang Isolasi Khusus Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi saat simulasi penanganan wabah Virus Corona (nCoV) di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/1/2020). Berbagai simulasi penanganan yang dilakukan oleh RSUP Kariadi bersama Dinas Kesehatan Pemprov Jateng dan sejumlah rumah sakit di Kota Semarang tersebut sebagai antisipasi kesiapsiagaan perangkat medis dalam penanganan wabah Virus Corona tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Sebanyak 53 tenaga medis di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta menjalani tes swab virus corona karena keluarga pasien tak jujur.

Tidak hanya itu, seluruh tenaga medis juga harus menjalani isolasi mandiri hingga hasil swab keluar.

Hal itu mengakibatkan, jumlah tenaga medis berkurang, terlebih saat ini rumah sakit sedang membutuhkan banyak tenaga untuk melawan pandemi.

Terdampak Virus Corona, Penjual Sayur di Bandungan Semarang Justru Buat Aplikasi Jual Sayur Online

Eks Peserta Ijtima Gowa Positif Corona Berulah, Sanggah Sakit Nekat Ikut Salat Tarawih di Masjid

Banding Dikabulkan, Eks Ketua Umum PPP Bebas dari Penjara KPK Tadi Malam, Rommy: Berkah Ramadan

KAI Percepat Pengembalian Uang Pembatalan Tiket via KAI Access

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Banu Hermawan membenarkan kejadian tersebut.

"Iya benar, keluarganya yang tidak jujur,"ujar Banu Hermawan, Kamis (30/4/2020).

Banu menceritakan tes swab terhadap 53 tenaga medis ini bermula saat ada pasien penyakit kanker yang dirawat di RSUP Sadrjito.

Sebelum menjalani rawat inap, pasien tersebut dilakukan rapid test untuk mengantisipasi virus corona.

"Sebelum masuk, pasien ini kita rapid test dulu. Hasil rapid test pertama non reaktif," bebernya.

Hasil rapid test menyatakan pasien tersebut non reaktif.

Karena hasilnya non reaktif, pasien ini dilakukan perawatan sebagai pasien non orang dalam pemantauan (ODP) maupun non pasien dalam pengawasan (PDP).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved