Breaking News:

Berita Regional

Dituduh Jambret Hp, Pria Ini Nyaris Mati Disiksa Polisi, Korban: Bukan Dia Pelakunya

Dituduh Jambret Hp, Pria Ini Nyaris Mati Disiksa Polisi, Korban: Bukan Dia Pelakunya. keluarga tak terima lapor propam

Victory News via Serambinews.com
Ilustrasi penganiayaan - Seorang pria di NTT nyaris mati setelah dianiaya sejumlah polisi karena dituduh jadi pelaku penjambretan Hp. 

Saat dibawa ke Polres, kata Meldy, kakaknya langsung dibawa ke sebuah kamar kecil, yang di dalamnya terdapat balok, pipa dan alat setrum. Di sana, kakaknya kemudian disiksa dengan menggunakan balok dan pipa hingga sekujur tubuh mengalami cedera.

TRIBUNBANYUMAS.COM - Seorang pria bernama Frengky Dian Vicktor Riwu (43), warga Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), nyaris mati setelah disiksa oleh sejumlah anggota polisi. 

Frengky disiksa sejumlah polisi karena dituduh menjadi pelaku penjambretan sebuah handphone (Hp).

Tempat penyiksaan Frengky berada di sebuah ruangan di area Mapolres Kupang Kota, Senin (27/4/2020) sore.

Frengky dilaporkan mengalami cidera di sekujur tubuh dan sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) WZ Jihanes Kupang.

Adik kandung Frengky, Meldy Riwu mengatakan, kejadian yang dialami kakaknya bermula saat dua orang anggota intel Polsek Maulafa dan Polres Kupang Kota, mendatangi tempat tinggal kakaknya.

Polda Jatim Bentuk Tim Pemburu Covid-19, untuk Kendalikan Persebaran Corona. Apa Saja Tugasnya?

Lagi, Napi Asimilasi Ditembak Polisi, Rampas Handphone Warga, Pelaku Sudah 4 Kali Masuk Penjara

Jerit Petani Carica di Dieng, Buah Membusuk, Tak Terserap Imbas Corona: Sudah Ditebangi

Balita 2 Tahun Positif Virus Corona, Tertular Orangtua yang Pulang Kampung dari Jakarta

Kedatangan dua anggota polisi itu berniat membawa kakaknya ke Polsek Maulafa karena dituding terlibat kasus penjambretan handphone.

Saat akan dibawa, kakaknya sempat bingung dengan tudingan yang dilayangkan polisi, karena dirinya tidak pernah mencuri ponsel.

"Rupanya belakangan diketahui, pada bulan lalu, ada seorang teman kakak saya menjual satu unit HP dalam kondisi rusak dengan harga Rp200.000."

"Teman kakak saya itu datang dan mengeluh karena tidak punya uang kos. Karena kasihan, kakak saya terpaksa beli HP yang rusak itu," katanya saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (28/4/2020).

Kemudian, kakaknya pun dibawa ke Polsek Maulafa dan selanjutnya ke Markas Polres Kupang Kota.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved