Teror Virus Corona

Demi Pengawasan Bersama, Setiap Rumah Karantina Mandiri di Desa Turi Ditempeli Sticker

Karantina mandiri untuk mencegah penyebaran virus corona memangperlu keterlibatan masyarakat.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Di Desa Turi Kabupaten Magetan ini warga yang pulang dari luar kota dan lar negeri wajib melakukan isolasi mandiri. Pihak desa menempeli pengumuman di setiap rumah warga yang melakukan isolasi mandiri.(KOMPAS.com/SUKOCO) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Karantina mandiri untuk mencegah penyebaran virus corona memangperlu keterlibatan masyarakat.

Jika tidak, siapa yang bisa menjamin seorang warga yang tidak memiliki kesadaran penularan virus corona benar-benar tetap berada di rumah?

Menjawab permasalahan tersebut, Desa Turi di Kabupaten Magetan Jawa Timur ini memiliki kebijakan tersendiri.

Ganjar: Mulai Senin 27 April Warga Semarang, Kendal dan Demak Tak Gunakan Masker akan Ditindak Tegas

Cukup Dekatkan Tangan, Air dan Sabun Mengucur Otomatis, Karya Mahasiswa UKSW Salatiga Cegah Corona

Anies - Ganjar Disebut Sepakat Pemberian Bantuan Warga Jateng di Jakarta, Begini Cara Mendapatkannya

Wali Kota Solo Rudy: Larangan Mudik Itu Telat, Siapapun yang ke Solo Harus Dikarantina Meski VVIP

Dalam mengawasi warganya yang melakuakn isolasi mandiri selama panemi virus corona mereka menyiapkan sebuah stiker.

Di desa yang berada di Kaki Gunung Lawu tersebut setiap rumah yang terdapat orang melakukan isolasi mandiri karena baru pulang dari luar kota maupun luar negeri ditempeli stiker kertas dengan keterangan rumah isolasi mandiri.

“Ini untuk mempermudah pengawasan dari relawan maupun warga sekitar,” ujar Kepala Desa Turi, Hepi, saat ditemui di balai desa, Sabtu (25/4/2020).

Dalam keterangan stiker yang ditempel di rumah warga tersebut mencantumkan nama warga yang melakukan isolasi mandiri serta keterangan kapan warga mulai melakukan isolasi mandiri dan kapan berakhirnya.

M, salah satu warga Desa Turi yang baru pulang dari Malaysia 3 hari lalu mengaku memahami dan mematuhi aturan yang diberlakukan desanya tersebut.

M mengku menempati satu rumah sendirian, terpisah dari orangtuanya yang menempati rumah yang terpisah oleh gang.

"Saya memahami, ini semua demi keamanan seluruh warga."

"Kita ihklas menjalani isolasi mandiri,” kata M.

Hepi menambahkan, saat ini jumlah warganya yang pulang kampung dan menjalani isolasi mandiri sebanyak 250 warga dari 750 warganya yang bekerja di luar kota maupun di luar negeri.

Melalui pengumuman rumah isolasi mandiri tersebut, warga juga mendapat edukasi betapa pentingnya memahami pelaksanaan physical distancing untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Di sini warga sudah memahami bagaimana melaksanakan isolasi mandiri dengan tinggal memisahkan diri dari keluarga."

Simak Kriteria Pelanggaran Mudik yang Akan Didenda Rp 100 Juta

Ketua DPRD Jateng Minta Warga Tutup Jalan Kampung Agar Tidak Digunakan Pemudik Hindari Penyekatan

Viral Ketua RT Aniaya Warganya yang Menanyakan Bantuan Sosial, Begini Penjelasan Warga Sekitar

Mabuk dan Plesetkan Lagu Rasulullah, Pemuda di Surabaya Merengek Setelah Ditangkap Polisi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved