Breaking News:

Berita Ungaran

Pertama Sejak 1992, Banjir di Jalur Ambarawa-Banyubiru Kabupaten Semarang, Banyak Motor Mogok

Beberapa kendaraan roda dua melaju di jalur tersebut mogok di tengah jalan sehingga harus didorong oleh warga sekitar yang berjaga di Banyubiru.

TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
Kondisi banjir yang menggenangi jalur Ambarawa-Banyubiru, di kawasan Demakan, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jumat (24/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Selain dua dusun di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang tergenang banjir, jalur Ambarawa-Banyubiru pun demikian, Jumat (24/4/2020).

Akses jalur itu tepatnya di kawasan Demakan, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Banjir setinggi di atas mata kaki itu arusnya terpantau deras.

Update Covid-19 Kendal 24 April - Pasien Positif Corona Tambah Dua Orang

19 Bus Masuk Purbalingga Hari Ini, Asal Wilayah Jabodetabek

Dibagikan Mulai 4 Mei, Kartu Sembako Senilai Rp 200 Ribu, Khusus 58.075 Warga Cilacap

Seluruh Perjalanan KA Dibatalkan, Berlaku Mulai Sabtu di PT KAI Daop V Purwokerto

Beberapa kendaraan roda dua melaju di jalur tersebut mogok di tengah jalan sehingga harus didorong oleh warga sekitar yang berjaga.

Beni Sinaga, warga setempat mengatakan, banjir di akses jalur tersebut baru kali ini terjadi.

"Dahulu sempat pernah terjadi banjir seperti ini pada 1992 silam. Lalu ini yang besar," paparnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (24/4/2020).

Menurut Beni, penyebab banjir di akses jalur Ambarawa-Banyubiru adalah karena hujan deras yang melanda kawasan tersebut pada dini hari.

"Dan infonya pintu air Rawa Pening di Tuntang ditutup sehingga air kiriman hujan kumpul di akses jalan ini," paparnya.

Menurutnya, banjir di akses jalur Ambarawa-Banyubiru itu terjadi sejak Jumat (24/4/2020) pagi.

"Sudah berangsur-angsur surut. Tadi pagi selutut orang dewasa, dan saat ini di atas mata kaki," lanjutnya.

Warga lainnya, Agung Nirwanto mengatakan, beberapa warga sekitar berjaga-jaga di pinggir jalan yang tergenang air tersebut.

Agar apabila ada kendaraan bermotor yang nekat melewati jalur tersebut kemudian mogok di tengah jalan bisa langsung didorong ke pinggir jalan.

"Tadi ada beberapa motor yang mogok, langsung kami dorong," imbuhnya. (Akbar Hari Mukti)

Reaktif Rapid Test Klaster Gowa Asal Banjarnegara Menjadi 33 Orang, Hari Ini Tambah Dua

Satu Pendaftar Kartu Prakerja Purbalingga Sudah Dikonfirmasi Kemenaker

Romli Wakili Tersangka Kasus Penolakan Jenazah Covid-19 Banyumas: Tolong Hukum Seringan-ringannya

Pedagang Takjil Diperbolehkan Berjualan, Asal Ikuti Aturan Pemkab Cilacap Ini

Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved