Hari Kartini

Rudi Badil: Lagu Asli saat Itu Bukan Berjudul Ibu Kita Kartini,

Pada tanggal 21 April masyarakat Indonesia akan merayakan hari Kartini. Jika tidak ada pandemi corona, pasti sekolah-sekolah sudah ramai.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
RA Kartini.(www.fototokoh.com) 

Dalam forum tersebut dibicarakan perihal seorang wanita Jawa bernama Raden Ajeng Kartini yang dikatakan hebat.

Karena selama hidupnya yang cuma 25 tahunan, namun karya tulis surat menyurat Kartini itu, berhasil menggugah seorang cendekiawan Belanda, Mr Jacques Henri Abendanon.

Abendanon adalah sarjana hukum yang pernah menjadi Direktur Kementerian Pengajaran dan Kerajinan di Hindia Belanda.

Belakangan dia menjadi Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda dari tahun 1900-1905.

Dia pula yang kemudian menyusun sebuah buku legendaris Door Duisternis tot Licht pada tahun 1911 dari surat-surat Kartini.

Supratman kemudian mempelajari buku karya Abendanon itu, karena dia ingin tahu lebih jauh perihal Kartini.

"Alangkah baiknya saya mengubah lagu untuknya, agar wanita Indonesia lebih mengenal dan mengikuti jejaknya, serta menghargai jasa-jasanya," demikian pendapat Supratman yang mahir memainkan biola.

Wage Rudolf Supratman yang lahir hari Senin Wage 9 Maret 1903, kemudian dikenal sebagai pencipta lagu-lagu nasional seperti kebangsaan Indonesia Raya, Dari Barat Sampai ke Timur, Di Timur Matahari dan lainnya.

Supratman yang meninggal dalam usia muda 36 tahun, 17 Agustus 1938, memang berhasil menciptakan lagu tentang Kartini yang sampai kini masih dinyanyikan.

Setelah Fenomena Kemunculan Ribuan Cacing, Kini Muncul Fenomena Ribuan Ubur-ubur, Pertanda Apa?

Kejamnya Virus Corona Membuat Bayi Kehilangan Saudara Kembar dan Ibunya di Cianjur

TPI Kaligangsa Brebes Ambruk, 3 Orang Alami Luka Parah

Jadwal acara TV Trans TV, GTV, RCTI, MNC TV, Trans 7, Net TV, SCTV dan Indosiar Selasa 21 April 2020

Judul dan lirik asli

Namun menurut Rudi Badil, lulusan Fakultas Sastra Antropologi Universitas Indonesia yang juga salah satu pendiri Warkop DKI itu mengatakan, lagu asli saat itu bukan berjudul Ibu Kita Kartini, melainkan berjudul Raden Ajeng Kartini.

“Raden Ajeng Kartini pendekar istri/Pendekar kaum ibu Tanah Airku/Raden Ajeng Kartini penyuluh budi/Penyuluh bangsanya karena cita-citanya, begitu tulis Wage Rudolf Supratman dalam kuplet ketiga dalam naskah asli lagunya,” tulis Badil di Harian Kompas, 21 April 1991.

Tidak dijelaskan kapan dan bagaimana kemudian judul dan lirik tersebut berganti menjadi seperti yang dikenal sekarang ini. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Judul dan liriknya Berbeda, Berikut Sejarah Lagu "Ibu Kita Kartini"", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved