Breaking News:

Virus Corona Jateng

Berkas Perkara Kasus Penolakan Jenazah Perawat RSUP dr Kariadi Sudah Diserahkan ke Kejaksaan

Tersangka kasus penolakan jenazah perawat RSUP Kariadi meninggal karena corona dimakamkan di Suwakul, Bandarjo, Ungaran, Barat, Kabupaten Semarang.

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Akbar Hari Mukti
Karangan bunga di TPU Suwakul, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Minggu (12/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Tersangka kasus penolakan jenazah perawat RSUP Kariadi meninggal karena corona dimakamkan di Suwakul, Bandarjo, Ungaran, Barat, Kabupaten Semarang, saat ini ditangani Polres Semarang.

Berkas perkara kasus itu diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang.

"Terhadap tiga tersangka terkait kasus penolakan jenazah di Suwakul beberapa waktu lalu, saat ini masih dalam proses."

"Hari ini mulai tahap 1, penyerahan berkas perkara ke kejaksaan," papar Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono di sela penyerahan bantuan APD ke Dinkes Kabupaten Semarang di Mapolres Semarang, Jumat (17/4/2020).

Penumpang Pesawat Menurun Namun Angkutan Kargo Cenderung Stabil

Gejala-gejala Inti Virus Corona yang Harus Diperhatikan Karena Infeksi Semakin Banyak

Jokowi Optimis Virus Corona Berakhir Akhir 2020, Cukup Cepat atau Lambat?

Ganjar: 46 Tenaga Kesehatan RSUP dr Kariadi Tertular Virus Corona dari Pasien yang Tidak Jujur

Ketiga tersangka tersebut, THP (31), S (60), dan BSS (54), menurutnya juga ditahan di Polres Semarang. Hal tersebut untuk mempermudah proses penyidikan.

"Ditahan di sini, guna mempermudah proses penyidikan yang sedang dilakukan," katanya.

AKBP Gatot pun mengatakan ketiga tersangka dikenakan pasal 212 dan Pasal 214 KUHP, serta UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit.

"Sementara masih tiga tersangka. Apabila pengembangan ada yang terlibat maka kami mintai keterangan," jelas Kapolres.

AKBP Gatot pun meminta jangan ada warga Kabupaten Semarang menolak jenazah untuk dikuburkan.

Sebab jenazah pasien corona menurutnya sudah melalui protokol kesehatan yang berlaku.

Update Corona di Cilacap 17 April: 14 Positif, 43 PDP Negatif

Pengusaha di Solo Bantu Beri Makan Setiap Hari untuk Warga yang Jalani Karantina

Lagi Dua PDP Corona di Kabupaten Pekalongan Meninggal Dunia, Hasil Swab Belum Keluar

Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit di Banyumas Disetujui

"Perlu ada empati untuk membantu yang sedang kesusahan dan jangan lagi ada penolakan. Jika kejadian tersebut berulang, kami akan mengambil tindakan tegas," ungkap Gatot.

Lebih jauh, terkait bantuan APD menurutnya tenaga kesehatan membutuhkan hal tersebut untuk perlindungan maksimal terkait wabah corona.

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo menjelaskan, terkait bantuan tersebut menurutnya menambah jumlah APD di Kabupaten Semarang.

"Saat ini jumlah APD aman di dua rumah sakit di Kabupaten Semarang, RSUD Ambarawa dan RSUD Ungaran," jelasnya. (Ahm)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved