Berita Banjarnegara

Kisah Dokter Seno, Blusukan Cari Pasien Sakit Jiwa di Tengah Wabah Corona. Terungkap Ini Alasannya

Dokter Seno, spesialis jiwa RSI Banjarnegara blusukan ke kampung-kampung mencari pasien orang dengan ganggung jiwa (ODGJ) di tengah pandemi corona

Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Dokter spesialis jiwa Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, dr Seno Bayu Aji Sp KJ, saat mengunjungi pasien dengan gangguan jiwa di Banjarnegara, belum lama ini. 

"Di tengah pandemi virus corona, kami mencoba untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Khususnya pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)." 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Dokter Seno Bayu Aji Sp KJ, rela blusukan ke kampung- kampung dan desa- desa, guna mencari pasien sakit jiwa atau orang dengan gangguang jiwa (ODGJ). 

Hal ini tetap ia lakuan di tengah masa pandemi virus corona. Ia prihatin, di tengah wabah virus corona, banyak orang takut mengunjungi rumah sakit, bahkan hanya untuk sekadar kontrol.

Padahal ada banyak warga yang membutuhkan pemeriksaan atau kontrol rutin hingga mengambil obat ke rumah sakit.

Bagi pasien gangguan jiwa misalnya. Mereka tidak boleh putus mengonsumsi obat secara teratur dalam kondisi apapun.

Hal inilah yang mendasari dokter spesialis jiwa Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara itu nekat blusukan ke kampung- kampung.

PNS Eselon I dan II, Anggota DPR, Menteri, hingga Presiden Tak Dapat THR, Dampak Virus Corona

Update Virus Corona di Indonesia, 14 April 2020 - 4.839 Kasus Positif, 426 Sembuh dan 459 Meninggal

Sebar Hoaks Soal Denda Masker, Pria di Bali Serahkan Diri ke Polisi. Ini yang Kemudian Terjadi

103 Daerah Belum Lakukan Realokasi Anggaran, Jokowi Minta Kemendagri Berikan Teguran

Ia khawatir wabah corona ini membuat pasien ODGJ berhenti mengonsumsi obat, sehingga kondisinya memburuk.

Di sisi lain, ia memaklumi kekhawatiran masyarakat untuk datang ke rumah sakit cukup tinggi.

Jika warga takut ke rumah sakit, Seno rela "jemput bola" mendatangi pasien gangguan jiwa di rumahnya.

"Saat ini wabah virus corona membuat takut masyarakat untuk datang ke rumah sakit. Kami mencoba untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," katanya.

Meski sebenarnya, menurut dia, warga tidak perlu takut untuk berobat atau kontrol kesehatan di rumah sakit.

Pasalnya, di tempatnya bertugas, RSI Banjarnegara, penanganan pasien infeksius dan non infeksius telah dipisahkan.

Beberapa waktu lalu, ia ditemani tim kesehatan rumah sakit mendatangi pasien Desa Singamerta Kecamatan Sigaluh Banjarnegara, Jumat (10/4).

Bukan hanya mengedukasi agar pasien gangguan jiwa tetap konsumsi obat, pihaknya memeriksa langsung, serta memberikan obat yang dibutuhkan pasien.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved