Breaking News:

Berita Teknologi

Robot Jadi Pahlawan Petugas Medis Tangani Virus Corona, Ini Kisah Mereka di Beberapa Negara

Satu tim robot merawat sementara para pasien positif corona (Covid-19) di rumah sakit darurat Wuhan, sebuah kota di China.

Editor: deni setiawan
AFP/CLOUDMINDS
Gambar selebaran yang disediakan oleh CloudMinds pada 7 April 2020 dan diambil pada awal Maret 2020 menunjukkan orang-orang melihat robot selama uji coba di sebuah rumah sakit lapangan di sebuah stadion olahraga di Wuhan, di provinsi Hubei tengah Cina, di mana robot digunakan selama Wabah coronavirus Cina. Robot tidak pernah berguna seperti sekarang di rumah sakit, di mana mereka membantu memerangi pandemi dengan membersihkan, memberikan informasi, membawa makanan dan obat-obatan, mengukur tanda vital dan menjadi perantara bagi dokter dan perawat yang tidak harus dekat dengan pasien sepanjang waktu dan karenanya lebih terlindungi. 

Robot LightStrike Xenex telah digunakan di lebih dari 500 fasilitas perawatan kesehatan dengan jumlah bot yang dikerahkan meningkat karena pandemi.

"Kami mendapat permintaan dari seluruh dunia," kata Hart.

"Selain rumah sakit, kami dihubungi oleh pusat perawatan darurat, hotel, lembaga pemerintah dan perusahaan farmasi untuk mendisinfeksi kamar."

Adapun di Perancis, perusahaan Shark Robotics menurut salah satu pendirinya, Cyril Kabbara, mulai menguji unit dekontaminasi sekitar sebulan yang lalu dan sudah mulai mendapatkan pesanan.

"Wabah virus corona telah menyebabkan inovasi robotika semakin cepat," kata Lesley Rohrbaugh, direktur penelitian untuk Asosiasi Teknologi Konsumen AS.

"Kami sedang membutuhkan beberapa teknologi ini, jadi sepertinya manfaatnya lebih besar daripada biayanya," kata Rohrbaugh.

Kecerdasan buatan, sensor, dan kemampuan lain yang dibangun di dalam robot dapat meningkatkan harga.

Seperti halnya kebutuhan untuk meningkatkan koneksi internet berkecepatan tinggi yang sering diandalkan oleh mesin.

Termasuk inovasi di langit, yakni penggunaan drone yang dilengkapi dengan sensor dan kamera untuk memindai kerumunan orang akan tanda-tanda yang menunjukkan gejala infeksi virus corona.

Sebuah tim di University of South Australia sedang mengerjakan hal proyek itu, bekerja sama dengan Dragonfly, pembuat drone asal Kanada.

"Kegunaannya adalah untuk mengidentifikasi kemungkinan keberadaan virus dengan mengamati manusia (dari kerumunan)," kata profesor universitas tersebut, Javaan Singh Chahl.

"Ini mungkin merupakan bagian dari sistem peringatan dini atau untuk menetapkan secara statistik berapa banyak orang yang menderita dalam suatu populasi."

Tim Chahl sedang mengerjakan algoritma komputer yang dapat mendeteksi bersin atau batuk.

Misalnya yang terjadi di terminal bandara, dan dapat mengukur denyut nadi serta suhu orang dari jarak jauh. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wabah Virus Corona, Robot Cloud Ginger Jadi Pahlawan Bagi Petugas Medis"

Ini Panduan Memilih Masker Kain, Cegah Penularan Virus Corona

Jangan Mudik! Makin Masif Dikampanyekan Pemprov Jateng, Ganjar: Ini Demi Keluarga Tercinta

Penyemprotan Disinfektan Bukan Rekomendasi WHO, LIPI Beri Solusi Cara Aman Cegah Virus Corona

Janji Bupati Banjarnegara Kepada Perantau, Melindungi Mereka Agar Tidak Diusir Apalagi Dikucilkan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved