Berita Video
Video Penyelamatan Sapi Terseret Tanah Longsor
Tanah bergerak terjadi di lingkungan RT 04 RW 05 Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Berikut ini video penyelamatan sapi terseret tanah longsor
Tanah bergerak terjadi di lingkungan RT 04 RW 05 Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara.
Detik-detik longsor bahkan sempat terekam kamera warga, Selasa (31/3/2020).
Dalam video yang beredar, terlihat tanah lumpur bergerak ke bawah searah gravitasi.
Hanya sekira 1 meter dari tebing yang runtuh, ada rumah warga yang terlihat masih berdiri.
Beruntung rumah itu tak ikut terbawa longsor.
Kasi Pelayanan Desa Kincang, Triyanto membenarkan kejadian itu.
"Pemicunya hujan deras. Terus di situ kan ada pembuangan air," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (1/4/2020).
Triyanto mengatakan, tidak ada korban dalam peristiwa ini.
Komplek itu jarang terdapat permukiman penduduk.
Hanya ada segelintir rumah.
Dua rumah terancam karena hanya berjarak sekira 1 meter dengan batas tanah tebing longsor.
Penghuni rumah, menurut dia, sudah dianjurkan untuk mengungsi karena tempat tinggalnya tak lagi aman.
"Ada potensi longsor susulan. Makanya penghuni rumah itu diminta mengungsi ke tempat saudara mereka," katanya.
Rumahnya masih selamat, namun Sudio Miswanto, warga RT 04 RW 05 harus merelakan kandangnya lenyap terbawa longsor.
Ia pun nyaris kehilangan dua ekor sapi yang berada di dalam kandang.
Dua ekor sapi malang itu pun sempat terbawa longsor.
Beruntung warga cepat menyelamatkan sapi itu hingga nyawanya tertolong.
Proses penyelamatan itu pun berlangsung menegangkan.
Warga rela turun ke medan longsor untuk mengevakuasi sapi itu.
Ada yang mendorong sapi itu dari bawah, beberapa warga lain menariknya dari atas hingga sapi itu berhasil naik ke atas tebing.
"Sapinya selamat," katanya.
Ratusan Ikan Terbawa Arus
Tak hanya memicu longsor, hujan berintensitas tinggi pada Selasa (31/3/2020) itu juga menaikkan debit saluran irigasi di RW 03 Desa Kincang.
Akibatnya, tanggul saluran air itu jebol hingga aliran terputus di lingkungan tersebut.
Dampak lain dari luapan tersebut menggenangi puluhan kolam ikan warga setempat.
"Tanggul jebol sepanjang sekira 15 meter," kata Triyanto.
Bencana itu tak ayal memunculkan derita bagi para petani ikan.
Pasalnya, kolam-kolam ikan mereka tergenang banjir luapan.
Ikan yang dibudidayakan warga pun raib terbawa arus banjir.
Para pembudidaya ikan secara tidak langsung juga harus menelan kerugian.
Mereka bukan hanya harus mengisi ulang kolamnya dengan benih ikan baru.
Warga juga harus memperbaiki kolamnya yang rusak karena terjangan arus air.
Saluran itu pun tidak lagi berfungsi normal karena ada titik tanggulnya yang ambrol.
Pemerintah desa akan mengusahakan perbaikan tanggul yang jebol agar saluran irigasi kembali berfungsi normal.
"Air tidak bisa dialirkan lagi karena terputus. Kolam ikan juga pakai air dari situ. Harus ada perbaikan," katanya. (Khoirul Muzakki)