Teror Virus Corona

Viral Teguran Jokowi Kepada Wali Kota Tegal, Wawali: Itu Hoaks

Viral di media sosial Whatsapp, pesan berantai yang berisi teguran keras Presiden Joko Widodo kepada tiga kepala daerah.

Istimewa
Pesan berantai hoaks yang viral di media sosial Whatsapp berisi teguran keras dari Presiden. 

TRIBUNBANYUMAS.COM,TEGAL - Viral di media sosial Whatsapp, pesan berantai yang berisi teguran keras Presiden Joko Widodo kepada tiga kepala daerah. 

Pesan Whatsapp yang beredar pada, Minggu (29/3/2020) itu, Presiden Jokowi menegur keras Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Tegal, dan Wali Kota Tasikmalaya. 

Dalam pesan tersebut, disebutkan Presiden tak bisa menahan amarah karena keputusan para kepala daerah untuk melakukan lockdown tanpa dasar hukum ketatanegaraan.

Siaran itu seolah- olah di tulis di Jakarta oleh KSP- RI Hengki Halim pada 29 Maret 2020.

Tetap di Rumah Cuaca di Cilacap Berawan Sepanjang Hari, Simak Prakiraan BMKG, Selasa 31 Maret

Anak Laki-laki yang Tidak Dekat Dengan Ibunya Justru Berpotensi Alami Hal Buruk Ini

Lebih Baik Dari Angka Nasional, 16 Pasien Corona di Jatim Sembuh, Meninggal Delapan Orang

Tetap di Rumah Saja Hujan Ringan Menyelimuti Slawi, Kabupaten Tegal Pada Sore Hingga Malam Hari.

Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi mengatakan, siaran melalui pesan Whatsapp itu tidak benar atau hoaks.

"Itu tidak benar atau hoaks. Tidak ada teguran seperti itu," kata Jumadi kepada tribunjateng.com, Senin (30/3/2020).

Jumadi juga mengimbau, masyarakat jangan mudah tepancing isu- isu yang menyesatkan.

Ia menjelaskan, isolasi wilayah yang dilakukan Pemerintah Kota Tegal tentunya sudah melalui kajian- kajian yang matang. 

Termasuk sudah sesuai aturan main ketatanegaraannya. 

"Pemkot Tegal tetap memberikan akses kepada warga untuk melakukan aktivitas. Kami hanya memperketat akses masuk menuju Kota Tegal agar pergerakan masyarakat yang masuk dapat dipantau," ungkapnya. 

Jumadi mengatakan, melalui isolasi wilayah maka akan lebih mempermudah Pemkot Tegal dalam penangangan penyebaran virus corona atau Covid-19

Ia bercerita, Pemkot Tegal punya pengalaman buruk terkait pasien positif corona yang masuk ke Kota Tegal. 

Pilkada Ditunda, KPU Jateng Setop Tahapan yang Sedang Berjalan

Ditengah Pandemi Virus Corona Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Lakukan Pencegahan Bersama

Hasil Rapid Test Jabar: 300 Warga Positif Corona, Terbanyak Bukan Bogor atau Depok, Justru Sukabumi

Menemani WFH Simak Jadwal Acara TV Trans TV, RCTI, SCTV, GTV, ANTV dan MNC TV Selasa 31 Maret 2020

Hal itu dikarenakan kurang ketatnya pengawasan di bandara maupun stasiun. 

Namun dengan isolasi wilayah, semua orang yang masuk ke Kota Tegal harus dicek suhu tubuh, kesehatan dan disemprot disinfektan. 

"Orang dari Abu Dhabi yang dalam kondisi sakit bisa passthrought sampai ke Kota Tegal. Akibatnya, Kota Tegal berubah status menjadi zona merah. Untuk itu kami memperketat semua akses masuk ke Kota Tegal," jelasnya. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved