Teror Virus Corona

Resmi Mulai Besok Senin, Local Lockdown Kota Tegal Selama Empat Bulan

Pemkot Tegal resmi menerapkan kebijakan isolasi wilayah dengan menutup akses jalan menuju wilayahnya di Kota Tegal, Minggu (29/3/2020).

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Para pekerja memasang pembatas beton di Jalan Teuku Umar Kota Tegal, Minggu (29/3/2020). 

Opsi lain, pedagang tidak boleh melayani pembeli yang ingin makan di tempat.

Pembeli membungkus dan dimakan di rumah masing- masing.

"Ya kami akan ada surat edaran kepada para pedagang dan rumah makan. Ini kondisional."

"Bukan berarti empat bulan itu harga mati. Kalau memang aman, pembatas atau pemblokiran kami copot," jelasnya.

Mengenai rencana isolasi lokal, Dedy Yon sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ia mengungkapkan, Gubernur Ganjar juga sudah mengetahui rencana penutupan akses masuk ke Kota Tegal.

Namun Dedy Yon diminta Ganjar untuk tetap seizin gugus tugas.

Ia menjelaskan, Pemkot Tegal tetap menaati aturan dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jateng.

"Yang jelas Pemkot Tegal taat aturan Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat."

"Intinya, kami akan taat. Kalau istilahnya harus ganti, akan kami ganti," ungkapnya.

Identitas Lengkap PDP Virus Corona Diumbar di Medsos, Pemkab Cilacap Kecewa: Sungguh Tak Manusiawi

Saya Legowo Demi Keselamatan Orang Banyak, Hajatan Penikahan Berhenti Seketika di Kesugihan Cilacap

Khasiat Kayu Bajakah Kalimantan dan Ciu Wlahar, Bahan Membuat Hand Sanitizer Cegah Virus Corona

Berlaku Mulai April, Gaji Karyawan hingga Rp 16 Juta Per Bulan Bebas Pajak Penghasilan

Tanggapan Ganjar

Namun berbeda dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Menurutnya, Kota Tegal tidak akan menerapkan kebijakan local lockdown tersebut.

Dirinya sudah menanyakan langsung perihal kebijakan tersebut ke Wakil Wali Kota Tegal, M Jumadi.

"Kami sudah klarifikasi, sudah ada penjelasan soal itu."

"Intinya itu bukan lockdown, hanya isolasi terbatas agar masyarakat tidak bergerak bebas."

"Sampai tingkat itu saja," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com, Jumat (27/3/2020).

Sebelumnya, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono bersikukuh akan merapkan local lockdown di daerahnya.

Menyusul, ada satu pasien positif corona atau Covid-19.

Dedy berkata, akses masuk ke Kota Tegal akan ditutup dengan pembatas beton sehingga tidak mudah dipindahkan.

Ganjar menuturkan, apa yang terjadi di Kota Bahari, julukan Kota Tegal, tidak seseram seperti yang diberitakan.

"Kalau pakai kata-kata  lockdown, wartawan pasti suka dengan istilah ini. Jadi tambah rame," ujarnya.

Saat ditanya apakah masyarakat masih boleh keluar rumah, Pemkot Tegal mengatakan masih memperbolehkan.

Sehingga, dipastikan kebijakan itu bukanlah  lockdown.

"Itu tidak  lockdown, kalau iya maka masyarakat tidak boleh keluar rumah. Lha ini masih boleh kok," tandasnya.

Apa yang dilakukan Pemkot Tegal, lanjutnya, merupakan isolasi kampung.

Ganjar justru mendukung langkah ini.

Kalau itu berhasil, Gubernur akan mendukung penuh dan menerapkannya ke daerah lain.

"Minimal mereka melakukan isolasi pada level terkecil yakni RT."

"Silakan diatur, masyarakat hanya boleh bergerak di level RT."

"Jadi beritanya tidak seserem yang muncul di media massa, bahwa besok Tegal akan tertutup rapat, tidak seperti itu," imbuhnya.

Orang nomor di Jawa Tengah itu menceritakan, setelah ada pasien positif corona, Pemkot Tegal merespon secara baik.

Yang intinya membatasi gerak masyarakat dan mengurangi kerumunan.

Karena masyarakat masih tetap banyak yang berkerumun, Pemkot Tegal menaikkan lagi statusnya dengan menutup sejumlah objek wisata dan tempat hiburan.

Namun tetap saja, masyarakat masih banyak berkeliaran di jalanan.

"Lalu diambil kebijakan menutup jalur yang masuk ke kota atau kampung dengan barier yang ada."

"Sebenarnya itu, jadi judulnya sebenarnya lebih tepat isolasi kampung," katanya.

Ia pun meminta seluruh kepala daerah atau siapapun untuk hati-hati dalam menyikapi persoalan virus corona ini.

Ganjar meminta agar para pemimpin daerah tidak menggunakan kata-kata  lockdown yang membuat resah masyarakat. (Fajar Bahruddin Achmad)

Pacar Pasien Positif Corona Kabur di Purbalingga, Kapolsek Rembang Pastikan Hoaks, Berikut Faktanya

Viral Petai Raksasa di Hutan Banjarnegara, Distankan: Keluarga Fabaceae Tapi Tidak Layak Konsumsi

Justru Tidak di Terminal Kedatangan, Perantau Masuk Banyumas Bakal Didata Ketua RT

Tiga PDP Warga Cilacap Meninggal, Diskominfo: Kali Ini Santri Perempuan, Usia 13 Tahun

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved