Berita Semarang

Masuk Desa Kalongan Ungaran Wajib Masuk Bilik Sterilisasi, Swadaya Warga Cegah Virus Corona

Bilik sterilisasi buatan masyarakat itu menghabiskan dana Rp 18 juta dan diletakkan di Dusun Tompo Gunung, Desa Kalongan, Kabupaten Semarang.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
Warga Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang wajib masuk screening room atau bilik sterilisasi yang dibuat secara swadaya, di desa setempat guna cegah virus corona, Jumat (27/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Warga Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang saat ini dapat menggunakan screening room atau bilik sterilisasi yang dibuat secara swadaya.

Bilik sterilisasi buatan masyarakat itu menghabiskan dana Rp 18 juta dan diletakkan di Dusun Tompo Gunung, Desa Kalongan.

Pantauan Tribunbanyumas.com, Jumat (27/3/2020), screening room atau bilik sterilisasi ini sudah mulai digunakan.

Lockdown Local di Banjarnegara, Pemdes Purwonegoro Mulai Batasi Warga Luar Masuk Desa

Jangan Mudik! Makin Masif Dikampanyekan Pemprov Jateng, Ganjar: Ini Demi Keluarga Tercinta

Bikin Kaget Warga, Tiwi Keliling Purbalingga Naiki Mobil Damkar, Sosialisasi Sekaligus Bagi Masker

Saya Legowo Demi Keselamatan Orang Banyak, Hajatan Penikahan Berhenti Seketika di Kesugihan Cilacap

Semua warga tanpa terkecuali, yang akan masuk di Desa Kalongan diminta untuk masuk di bilik tersebut.

Di sana, setiap warga disemprot disinfektan lewat blower yang sudah disiapkan.

Setelah 30 detik berada di bilik, warga pun diminta keluar dan mencuci tangan dengan hand sanitizer yang sudah disiapkan di depan bilik.

Salah satu pekerja di desa tersebut, Saifudin (40) merasa terbantu dengan adanya bilik itu.

"Artinya saya bisa lebih steril dari kuman dan virus karena sudah disemprot disinfektan dan cuci tangan," paparnya.

Putut Astori, warga setempat mengatakan, screening room atau bilik sterilisasi ini mulai dibuat sejak Rabu (25/3/2020).

Pembuatan itu atas masukan warga di desa setempat.

Pembuatan dilakukan selama sehari dan mulai dipergunakan kepada masyarakat pada Kamis (26/3/2020).

"Biaya pembuatan mencapai Rp 18 juta. Sceening room ini diaktifkan pukul 06.00 hingga pukul 22.30," ujarnya.

Dia berkata, bahan-bahan disinfektan tersebut aman bagi manusia.

Kapasitas penampungan blower itu masing-masing 25 liter.

Kepala Desa Kalongan, Yarmuji mengatakan, screening room tersebut digunakan untuk mengecek semua warga, tidak pandang bulu.

Baik warga Desa Kalongan, juga pekerja yang bekerja di desanya, semuanya disemprot.

"Harapan kami, melalui screening room itu dapat membantu menekan penyebaran virus corona di Kabupaten Semarang," ujar dia. (Akbar Hari Mukti)

Nekat Gelar Resepsi Pernikahan, Wakapolres Kendal: Tak Segan Langsung Kami Bubarkan

Identitas Lengkap PDP Virus Corona Diumbar di Medsos, Pemkab Cilacap Kecewa: Sungguh Tak Manusiawi

Cegat Virus Corona Masuk Purbalingga, Pemkab Aktifkan Posko Terpadu di Wilayah Perbatasan

Pacar Pasien Positif Corona Kabur di Purbalingga, Kapolsek Rembang Pastikan Hoaks, Berikut Faktanya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved