Breaking News:

Berita Otomotif

Kondisi Darurat Saat Berkendara, Harus Injak atau Tarik Tuas Rem Motor?

Ketika berada di jalan, banyak kondisi atau ancaman yang tidak terduga sehingga harus melakukan rem mendadak.

Editor: deni setiawan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi rem belakang sepeda motor. 

“Saat terjadi pengereman mendadak, pengendara bisa menekan rem depan lebih kuat jika kondisi jalan baik."

"Namun, jika kondisi jalan licin, berbatu atau pasir sebaiknya penggunaan rem depan dikurangi,” ujar Agus.

Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Bojanegara, Polres Purbalingga: Segera Tetapkan Tersangka

Sumanto Belum Percaya Pengasuhnya Meninggal, Malam Masih Ngobrol Bareng di RSKJ Purbalingga

Ganjar Gratiskan Warga yang Mau Tes Virus Corona, Ini Daftar Tujuh RS Milik Pemprov Jateng

Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana juga menyarankan hal yang sama.

“Motor yang melakukan rem mendadak pada kondisi darurat, sebaiknya gunakan rem depan dahulu dengan cara meremas handle rem."

"Jika dilakukan dengan kasar akan membuat motor selip atau jatuh."

"Setelah itu kira-kira satu detik, rem belakang ikut aktif,” ujar Sony.

Sony menambahkan, pada motor-motor keluaran terbaru sebenarnya sudah ada aplikasi rem depan dan belakang.

Dimana itu dapat bekerja secara bersamaan ketika satu handle rem diremas.

Misalnya, pada motor Honda menyebutnya dengan sistem combie brake alias rem kombinasi depan dan belakang.

“Kondisi itu diatur oleh komputer dengan tekanan yang berbeda, biasanya depan 60 persen, belakang 40 persen,” ujar Sony.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved