Breaking News:

Berita Banyumas

Mengintip Keajaiban Potensi Lokal Banyumas, Ciu Wlahar Dilirik Bupati Banyumas Bikin Hand Sanitizer

Pemkab Banyumas berupaya membuat sendiri hand sanitizer dengan memanfaatkan local wisdom atau potensi daerah yang ada.

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan

Abas menambahkan, jika jumlah pengrajin ciu di Desa Wlahar saat ini ada sekira 500 pengrajin dari 1.100 KK.

Adapun jumlah produksinya rata-rata sekira 10-15 liter per KK.

Terkait rencana Pemkab Banyumas menjadikan Desa Wlahar sebagai sentra pembuatan hand sanitizer, warga sangat menyambut baik.

Karena diharapkan dapat mengembangkan lagi lebih luas potensi Ciu Wlahar menjadi sumber ekonomi warga.

Sebab konsumen dan pemasaran Ciu Wlahar paling besar adalah kepada pada nelayan di Kabupaten Cilacap untuk keperluan melaut.

"Kami masih mengandalkan agen-agen pribadi."

"Jika benar akan dikembangkan sangat berterima kasih. Otomatis bisa membuat home industry, tidak bingung melempar hasil produk ini," kata Abas.

Namun demikian, proses mengembangkan cukup berat.

Apalagi mayoritas para pengrajin masih menggunakan alat tradisional.

Kisah Almarhum H Supono Mustajab, Penolong Sumanto di Purbalingga, Sopir Penabrak Masih Diburu

ZI Buka Suara, Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Purbalingga, Terjadi Juga di Cipawon Bukateja

Pertama di Cilacap, Overpass Sigong Mulai Diujicobakan, Peresmian Tunggu Jadwal Gubernur Jateng

Kawasan Berikat

Menurut Kabag Humas dan Protokol Pemkab Banyumas, Deskart Setyo Jatmiko, produksi Ciu Wlahar belum bisa berskala besar.

Pemkab melihat kawasan ini dapat menjadi semacam kawasan berikat.

Dimana suatu wilayah yang mampu membuat produksi ekspor.

"Tentunya kamiperlu mengubah pola alkohol konsumsi di sini menjadi alkohol farmasi."

"Permasalahannya adalah menyesuaikan dengan harga di lapangan."

"Sebab harga alkohol di apotek sangat murah," ujar Jatmiko.

Karena harga alkohol di apotek sangat murah, Ciu Wlahar mesti berinovasi dan menyesuaikan dengan kondisi pasar.

"Misalnya saja gula Jawa yang biasa digunakan sebagai bahan baku itu yang harganya fluktuatif bisa diubah dengan molase atau tetes tebu."

"Atau bahkan mengunakan buah-buahan juga bisa."

Sebab intinya adalah bagaimana menekan harga bahan baku dan proses produksi," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini banyak aspek yang tidak efisien dalam proses pembuatan Ciu Wlahar.

Penting Biar Makin Paham, Lima Tahapan Edukasi Anak tentang Virus Corona

Pemilik RSKJ Mustajab Purbalingga Meninggal, Diseruduk Mobil Bak Terbuka, Sopir Menghilang

Corona Bukanlah Virus Mematikan di Dunia, Ini Buktinya

Misalnya saja proses yang tradisional menggunakan tungku api dari kayu yang membuat panas menyebar dan membuang energi secara percuma.

Para pengrajin juga masih menggunakan panci dari aluminium yang diperkirakan banyak terdapat kebocoran.

Tungku yang digunakan oleh Casmadi menjadi salah satu tungku yang sudah dimodernisasi.

"Punya Casmadi sudah sedikit modern karena menggunakan pendingin dengan bak yang lebar."

"Sehingga mempercepat proses pencairan uap menjadi alkohol cair," pungkasnya.

Sebab beberapa pengrajin lain masih menggunakan pipa tembaga, dengan kuali dari tanah liat.

Casmadi menunjukan bahan baku pembuatan Ciu Wlahar yang telah diletakkan di dalam tong besar, Jumat (20/3/2020). Dia adalah perajin ciu di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.
Casmadi menunjukan bahan baku pembuatan Ciu Wlahar yang telah diletakkan di dalam tong besar, Jumat (20/3/2020). Dia adalah perajin ciu di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. (TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI)

Bahan Hand Sanitizer

Terpisah, seperti yang telah diberitakan sebelumnya di Tribunbanyumas.com, Bupati Banyumas, Achmad Husein berencana memanfaatkan ciu menjadi bahan hand sanitizer.

Sesuai yang dilansir dari Kompas.com, Jumat (20/3/2020), Husein mengatakan, ide tersebut muncul untuk mengatasi kelangkaan hand sanitizer.

Dimana kondisi itu terjadi beberapa waktu terakhir akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

"Kami akan berusaha membuat hand sanitizer sebanyak mungkin dengan botol-botol sederhana."

"Sumber alkohol sudah ada," kata Husein di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (20/3/2020).

Sumber alkohol yang dimaksud ialah ciu yang selama ini banyak diproduksi masyarakat Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Dalam sehari, masyarakat setempat diperkirkaan dapat memproduksi ciu sebanyak 2.000 liter.

"Daripada di sana untuk mabuk-mabukan," ujar Husein.

Husein berujar, telah melakukan uji coba pembuatan hand sanitizer berbahan ciu dengan kadar alkohol mencapai lebih dari 96 persen.

"Kami pakai gliserin untuk penghalus dan hidrogen peroksida, itu antiseptik," kata Husein.

Untuk merealisasikan ide tersebut, Husein telah berkoordinasi dengan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) untuk pembuatan alatnya.

"Kami sudah koordinasi dengan Puspiptek untuk meningkatkan kadar alkohol antara 70 persen hingga 90 persen, lagi dibuatkan alatnya."

"Dalam waktu dekat sudah bisa direalisasikan," jelas Husein .

Husein mengatakan, hand sanitizer berbahan ciu rencananya akan dibagikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Nanti dari kami gratis. Ciu akan kami beli sebanyak-banyaknya," kata Husein. (Permata Putra Sejati)

Objek Wisata Dieng Ditutup Sementara, Berlaku Hingga 29 Maret

Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sementara, Berlaku Mulai Malam Ini

Rumah Sakit Darurat Corona Difungsikan Mulai Senin, Gunakan Empat Tower Wisma Atlet Jakarta

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved