Breaking News:

Berita Yogyakarta

Cerita Mami Vin Dedikasikan Hidup Dampingi Waria HIV, Hanya Tiga Jam Sehari untuk Tidur

Mami Vin, begitulah ia biasa disapa. Ia adalah pendiri Rumah Kebaya atau Keluarga Besar Waria Yogyakarta yang berada di Kota Yogyakarta

Editor: Rival Almanaf
TRIBUNJOGJA.COM | SRI CAHYANI PUTRI P
Mami Vin, pendiri Rumah Kebaya atau Keluarga Besar Waria Yogyakarta 

"Selama 24 jam dalam satu hari saya hanya 3 jam digunakan untuk tidur yang lain untuk beraktivitas" tuturnya.

Menurutnya anak jalanan usia 3-12 tahun rentan terhadap kasus pedofhilia dan kebebasan sex.

Walaupun dalam mendampingi mereka tidak membuahkan hasil yang menggembirakan namun sudah ia lakukan semuanya.

Bekerja dengan Lembaga Donor dan Tenaga Medis

Tahun 2005 menjadi tolak ukur perawatan HIV karena waktu itu banyak waria yang meninggal karena penyakit HIV. Sehingga waktu itu ia memilih fokus untuk mengurusi kaum waria saja.

Waktu itu ada sebuah lembaga donor yang bermarkas di Swiss tertarik untuk bekerjasama dengan rumah kebaya selama setahun.

Karena belum adanya tempat sekretariat ia melakukan kunjungan ke rumah-rumah yang terindikasi HIV dengan jarak yang tidak terlalu dekat.

"Kadang saya ke sana ke mari dengan biaya sendiri mendatangi mereka yang tersebar di berbagai tempat dengan naik becak maupun ojek karena saya tidak bisa naik motor sehingga saya terlambat begitu datang orangnya sudah meninggal" ucap mami.

Berawal dari situ ia memiliki keinginan untuk merawat waria yang terkena HIV dalam suatu tempat khusus.

Pada waktu itu dibantu oleh Lembaga donor di Jakarta, mami Vin mendapatkan rumah singgah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved