Breaking News:

Teror Virus Corona

Presiden Amerika Donald Trump Sebut Angka Laporan Kematian akibat Corona Palsu

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut laporan angka kematian akibat virus corona adalah palsu.

Editor: Rival Almanaf
(AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Sarah Silbiger)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, pada 28 Januari 2020. Jumpa pers itu diadakan setelah Trump mengumumkan rencana perdamaian Israel dan Palestina. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut laporan angka kematian akibat virus corona adalah palsu.

Trump pun tak setuju dengan Organisasi Keehatan Dunia (WHO) yang meyebut angka 3,4 persen pasien kasus Covid-19 dilaporkan berujung kematian.

Ia menyebut angka 3,4 persen sebagai angka palsu.

Dikutip dari mothership.sg, Presiden AS Donald Trump tak sependapat dengan angka kematian global Covid-19 dari World Health Organisation (WHO) sebesar 3,4 persen.

Berbicara kepada pembawa acara Fox News, Sean Hannity pada 4 Maret, Trump menyatakan bahwa persentase itu tak benar.

"Saya pikir 3,4 persen benar-benar angka palsu," ucapnya.

Dia berpendapat, angka kematian di bawah 1 persen.

Sempat Heboh Karena Tidak Hafal Pancasila, Begini Pembelaan Finalis Putri Indonesia Asal Sumbar

Thalita Latief Baru Saja Jalani Operasi Tumor Tiroid Grade 4, Begini Kondisinya Sekarang

Sebagai gantinya, angkanya cenderung di bawah 1 persen, ia berspekulasi.

Trump mengatakan bahwa ada banyak orang dengan infeksi ringan yang juga sembuh.

"Sekarang, dan ini hanya dugaan saya, tetapi berdasarkan banyak percakapan dengan banyak orang, pasien hanya sakit ringan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved