Breaking News:

Berita Regional

Kepala dan Wakil Kepala Sekolah di Aceh Tertangkap sedang Mesum, Dihukum Cambuk di Depan Umum

Kepala dan Wakil Kepala Sekolah di Aceh Tertangkap sedang Mesum, Dihukum Cambuk di Depan Umum

SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Ilustrasi algojo melakukan eksekusi hukuman cambuk di depan umum, terhadap terpidana pelanggar hukum syariat Islam. 

Kepala dan Wakil Kepala Sekolah di Aceh Tertangkap sedang Mesum, Dihukum Cambuk di Depan Umum

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANDA ACEH - Dua oknum pengajar sekolah menengah atas (SMA) di Lamno, Aceh Jaya, Banda Aceh, terlibat dalam hubungan terlarang.

Keduanya adalah kepala dan wakil kepala di sebuah SMA setempat. Mereka ditangkap Polisi Wilayatul Hisbah saat sedang berduaan di sebuah kamar hotel di kawasan Banda Aceh, pada Oktober 2019 lalu.

Kemarin, keduanya menjalani hukuman cambuk di Banda Aceh.

Di areal terbuka, Senin (2/3/2020) pagi, keduanya menjalani uqubat (hukuman) cambuk masing masing 30 kali.

10 Tahanan Goyang-goyang, Mobil Sat Tahti Polisi Terguling di Jalan. Begini Kondisi para Penumpang

Ini Kata RSUD Hj Anna Lasmanah soal Pasien Suspect Corona Banjarnegara, Dirujuk ke RSUD dr Margono

Tottenham vs Norwich, Mourinho Susul Juergen Klopp, Klub Asuhannya Tersingkir dari Piala FA

Tim Viral Airborne RSUP Dr. Sardjito: Covid-19 Tak Mematikan, Lebih Bahaya Hoaks soal Virus Corona

Dalam laporan hasil pemeriksaan keduanya mengaku memang berjanji untuk bertemu di Banda Aceh di sela-sela tugas dinas dari sekolah, Oktober 2019 lalu.

Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat, menyebutkan, guru tersebut masing-masing berinisial AW (43), kepala sekolah; dan HO (35), wakil kepala sekolah.

“Saat itu kita mendapat laporan dari suami AW sang kepala sekolah, yang sudah lama mencurigai keduanya, dan berdasarkan laporan itu petugas pun melakukan penggrebekan bahkan sang suami dari AW pun ikut mengrebek bersama petugas,” jelas Hidayat, kemarin.

Polemik Soal Virus Corona, KSP Tegaskan Presiden Pemegang Komando Crisis Center Covid-19

Selain kedua pasangan non muhrim ini, sebut Hidayat, Mahkamah Syariyah Kota Banda Aceh juga mengeksekusi enam orang lainnya yang terbukti di persidangan melakukan pelanggaran hukum syariat Islam Empat di antaranya adalah pasangan yang melakukan ikhtilat di sejumlah tempat di Banda Aceh, yakni RA (21 kali cambukan), SF (26 kali), RAS (26 kali), dan RD (25 kali).

Sedangkan satu orang perempuan pelaku ikhtilat limpahan kasus dari Polda Aceh yakni ARA mendapat cambukan sebanyak 25 kali dan satu lainnya adalah pria berinisial WM, pelaku pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan dewasa yang ditangkap oleh Petugas Polresta Banda Aceh, mendapat hukuman cambukan sebanyak 42 kali.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved