Breaking News:

Berita Regional

Warga Korban Banjir Jakarta: Pak Anies Kami Gak Butuh yang Pintar Bicara Tapi Pintar Nangani Banjir

Warga Korban Banjir Jakarta: Pak Anies Kami Gak Butuh yang Pintar Bicara Tapi Pintar Nangani Banjir

Warta Kota/Alex Suban
Warga melintas di Jalan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang terendam banjir, Rabu (1/1/2020). Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi dan luapan Sungai Krukut. Akibat banjir tersebut akses dari Pejompongan ke Jalan Jenderal Soedirman terputus. 

Warga Korban Banjir Jakarta: Pak Anies Kami Gak Butuh yang Pintar Bicara Tapi Pintar Nangani Banjir

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Yahya Arifin (45), warga Ibu Kota yang menjadi korban banjir merasa geram dengan respons Pemprov DKI Jakarta, terkait penanganan bencana itu.

Warga Kemang yang rumahnya sempat terendam setinggi satu meter ini menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mempunyai solusi untuk mengurangi banjir.

"Mudah-mudahan dah ini didengar. Buat Pak Anies kami gak butuh yang pintar bicara, tapi kami butuh yang pintar nanganin banjir. Gara-gara banjir, motor saya enggak bisa dipakai kerja. Menurut bapak, itu layak dinikmati?" kata dia.

Kritik Gus Miftah untuk Pemerintah saat HUT ke-449 Banjarnegara, Singgung Soal ISIS hingga Haters

Kisah Bupati Purbalingga Saksikan Calon Jamaah Umroh Indonesia Dipulangkan saat Mendarat di Jeddah

Bermodal Foto Tanpa Busana, Oknum Kepala Sekolah Dasar Cabuli Seorang Siswi hingga 4 Tahun Lamanya

Kisah Warga Gresik Bisa Jalankan Ibadah di Tanah Suci saat Pemerintah Arab Saudi Setop Visa Umroh

Sebelumnya Sekda DKI Jakarta juga melontarkan pernyataan sekenanya saja, saat ditanya soal banjir di Ibu Kota.

"Pulau Jawa dari Banten ada Tangerang-nya, Jakarta, Bogor (di) Jawa Barat di berbagai kotanya, Jawa Tengah di berbagai kotanya, Jawa Timur di berbagai kotanya juga ada banjir itu. Jadi dinikmati saja. Itu kan soal manajemen air," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Pernyataan Sekda DKI Jakarta soal banjir itu, sontak menuai kontroversi dari publik. Tak hanya di Jakarta, melainkan juga memantik reaksi dari masyarakat lebih luas.

Alih-alih membeberkan solusi dan pola penanganan banjir, Sekda justru meminta masyarakat pasrah dan menikmati saja bencana itu.

Viral Video Anggota Polisi di Pekalongan Berikan Sekotak Susu ke Penjual Es yang Kepergok Mencuri

"Tubuh kita ini dua pertiga persen air. Sering keluar air, kan banyak, bisa dari kepala atau mana, air mata saja harus ada manajemen, tergantung situasi," lanjut dia.

Para korban banjir mengkritik keras pernyataan pejabat DKI itu. Christian Sitompul, warga di kawasan Jakarta Timur, mengaku kaget mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Sekda DKI.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved