Breaking News:

Berita Nasional

Haris Sebut Buronan KPK Sembunyi di Apartemen Mewah, MAKI Gelar Sayembara Berhadiah 'Besar'

Haris Sebut Buronan KPK Sembunyi di Apartemen Mewah, Maki Gelar Sayembara Berhadiah Besar, yakni dua unit iphone 11

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Apartemen itu enggak gampang diakses oleh publik. Lalu, ada juga tambahannya dilindungi oleh namanya pasukan yang sangat luar biasa itu."

 TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Dua buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semasa kepemimpinan Firli Bahuri dan kawan-kawan, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan eks caleg PDI Perjuangan Harun Masiku, menjadi sorotan lantaran tak kunjung tertangkap.

Lambatnya penangkapan kedua sosok tersebut membuat pegiat antikorupsi mengkrititisi internal KPK dengan menggelar sayembara hingga melakukan penelusuran sendiri.

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar menyebut, sebenarnya KPK sudah mengetahui keberadaan buronannya, Nurhadi dan menantunya, Riezky Herbiono, yakni di sebuah aparteemen mewah di Jakarta. Namun, KPK yang kini dipimpin Firli Bahuri dkk itu tidak berani menangkap buronannya itu.

Hal itu disampaikan Haris Azhar saat mendampingi saksi kunci dalam kasus dugaan suap Nurhadi, Paulus Welly Afandy, untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/2).

Liverpool vs Atletico Madrid 1-0, Meski Kalah Van Dijk Tak Menyerah: Masih Ada 90 Menit di Anfield

Kisah Pilu Keluarga Sutradara Film di China, Satu Per Satu Direnggut Wabah Corona

UEFA Champions League Borussia Dortmund vs PSG 2-1, Haaland Borong Gol Kemenangan Die Borussen

Siswi SMA Ditangkap Polisi Karena Buang Bayi Hasi Hubungan Inces dengan Adik Kandung

"Kalau informasi yang saya coba kumpulkan, maksudnya bukan informasi yang resmi dikeluarkan KPK, KPK sendiri tahu bahwa Nurhadi dan menantunya itu ada di mana, di tempat tinggalnya di salah satu apartemen mewah di Jakarta," ungkap Haris.

Ia menceritakan, Nurhadi dan menantunya mendapat perlindungan ketat yang disebutnya sebagai "premium protection" di apartemen mewah itu.

Selain akses khusus untuk memasuki apartemen itu, keberadaan Nurhadi dan menantunya juga dijaga ketat oleh sekelompok pasukan khusus.

Haris mengatakan, perlindungan ketat itulah yang membuat KPK tidak kunjung berani menangkap Nurhadi dan menantu yang merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA itu.

"Semua orang, dalam artian yang terkait dalam pengungkapan kasus ini, itu tahu bahwa Nurhadi dan menantunya ada di mana. Cuma juga mereka dapat proteksi perlindungan yang golden premium protection," bebernya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved