Berita Purworejo

Setelah Video Viral Penganiayaan Siswa, Muhammadiyah Purworejo Akan Ubah SMP Menjadi Sekolah Inklusi

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah memberikan pernyataan sikap.

Setelah Video Viral Penganiayaan Siswa, Muhammadiyah Purworejo Akan Ubah SMP Menjadi Sekolah Inklusi
Tangkapan layar Instagram
Viral di media sosial video tiga siswa SMP di Purworejo menganiaya seorang siswi di dalam ruang kelas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOREJO - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah memberikan pernyataan sikap mengenai video viral aksi perundungan siswa SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo.

Surat pernyataan yang ditandatangani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo Pujiono ini menyatakan keprihatinannya atas kejadian di SMP Muhammadiyah Butuh sebagaimana video yang viral di media sosial.

Bagi sekolah yang berdiri sejak tahun 1989 dan melahirkan banyak alumni itu, kejadian ini sama sekali tidak dikehendaki.

Peristiwa itu diklaim bukan menunjukkan karakter yang terbentuk di SMP Muhammadiyah Butuh.

Mantan Kahumas Unnes yang Jadi Saksi Kasus Plagiasi Rektor Dibebastugaskan, Ini Alasan Pihak Kampus

Firasat Ardian Sesaat Sebelum Truk Menimpa Motornya, Sempat Dengar Suara Benturan Keras

Seluruh Korban Heli TNI AD MI-17 yang Hilang Kontak 8 Bulan Lalu Ditemukan, 9 Jenazah Bisa Dikenali

Kisah TY Pencuri Asal Purbalingga Berhasil Diringkus Setelah 37 Kali Beraksi Congkel Rumah Korban

Pasalnya, ketiga siswa yang kini berstatus tersangka itu merupakan siswa pindahan yang baru masuk di kelas 8 dari sekolah lain.

Dengan kejadian ini, pihaknya bertekad untuk menata ulang dan merevitalisasi sekolah itu dengan pola baru.

Sehingga sekolah itu menjadi sekolah inklusi berbasis karakter dan ramah anak.

"Program ini akan bekerja sama dengan program studi psikologi fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Purworejo,"tulisnya

Pihaknya berharap penyelesaian masalah ini agar tetap mengedepankan hak-hak perlindungan anak.

Ini mengingat para pelaku masih berusia di bawah umur.

Update : Teror Virus Corona dari Wuhan Telah Tewaskan 1383 Orang dan Jangkiti 64 Ribu Orang

Separuh Siswa SMP di Purworejo Ini Jadi Tersangka karena Bullying, Tinggal 2 yang Masih Sekolah

Identitas Penumpang Bus Sinar Jaya yang Kecelakaan di Tol Ungaran Terungkap. Seorang Hajah . . .

RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Pemerintah Atur Pesangon PHK hingga 9 Bulan Upah

Pihaknya pun akan bekerjasama dengan berbagai pihak yang berkompeten untuk proses pendampingan.

Pihaknya mengimbau semua pihak menjadikan peristiwa ini sebagai momentun perbaikan pendidikan.

Karena pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, pemerintah dan masyarakat.

"Muhammadiyah akan terus berkiprah dan menyadari setiap langkah membangun bangsa akan selalu ada masalah dan tantangan,"lanjutnya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved