Breaking News:

Petani Cimohong Brebes Keluhkan Puluhan Hektar Sawah Terendam Banjir, Saluran Tertutup Pabrik Garmen

"Awalnya saluran pembuangan sudah bagus, tapi setelah dibikin lagi itu mepet jadi air itu langsung ke sawah petani," katanya

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Warga melihat kondisi sawah yang terendam banjir di belakang pabrik PT Daehan Global di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Sabtu (1/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Para petani pemilik sawah di desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes, mengeluhkan keberadaan pabrik garmen, PT Daehan Global.

Puluhan hektar sawah petani yang berada di sekitarnya terendam banjir karena saluran irigasi ditutup pabrik tersebut.

Kondisi tersebut diperparah dengan pembuangan limbah pabrik yang tidak sesuai dengan ketentuan, sehingga berdampak pada areal sawah pertanian milik petani.

Atas kondisi tersebut, para petani mengaku mengalami kerugian.

"Sawah kami terendam banjir, tidak bisa ditanami. Kami berharap ada itikad baik dari pabrik mengembalikan saluran irigasi.

Kalau tidak diperbaiki sawah kami terancam terbengkalai dan tidak bisa ditanami," kata petani asal Desa Cimohong, A Khamid, Sabtu (1/2/2020).

Kekhawatiran akan terendam banjir, sebenarnya sudah dirasakan para petani jauh sebelum musim penghujan. Para petani pun sudah menyampaikan keluhannya tersebut ke Kepala Desa Cimohong untuk disampaikan pada manajemen pabrik.

"Tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada penanganan. Dan sawah kami dibiarkan terendam. Padahal ini sudah masuk musim tanam. Tapi kami belum bisa menanam karena sawah terendam banjir," keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cimohong, Sodikin mengaku, pemerintah desa sudah melakukan peninjauan lokasi areal persawahan yang terendam banjir.

Pihaknya memastikan sawah para petani terendam banjir akibat saluran pabrik yang dibendung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved