Teror Virus Corona
FOKUS: Teror Bernama Korona
Virus corona telah menjadi teror bagi banyak manusia di berbagai belahan negara dunia.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Beberapa hari terakhir, nama virus korona seolah menjadi teror yang menakutkan. Virus yang bisa menyebabkan sakit berujung kematian itu sangat ganas menyerang manusia.
Hingga kemarin, korban yang meninggal akibat virus korona telah mencapai 26 orang, 24 kematian terjadi di Hubei, Wuhan. Dua korban lainnya meninggal di provinsi timur laut Heilongjiang, berjarak 2 ribu kilometer dari Wuhan.
Virus ini makin menakutkan karena kecepatannya menyebar. Hanya dalam beberapa minggu, Komisi Kesehatan Nasional China sudah memeriksa 1.072 kasus terduga terinfeksi virus Korona. Dari jumlah yang diperiksa itu, total yang terinfeksi mencapai 830 orang, 177 dalam kondisi serius, 34 orang sudah sembuh.
Virus Korona awalnya muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. tak lama kemudian virus menyebar ke Beijing, Shanghai hingga Hong Kong, bahkan ke negara-negara lain.
Virus ini telah dikonfirmasi menyebar ke Singapura, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Amerika Serikat, serta yang terbaru pekerja India di Arab Saudi.
Di Indonesia, penyebaran virus ini belum pernah terkonfirmasi. namun untuk pertama kalinya, ada satu pasien terduga tertular virus corona jenis baru. Pasien tersebut kini dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. Dugaan makin kuat karena ada Pasien memiliki riwayat perjalanan dari China.
Kementerian Kesehatan Pemerintah Indonesia kini sedang diuji. Bagaimana penanganan pemerintah terhadap penyebaran virus korona menjadi sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Wabah seperti itu sebenarnya bukan pertama kali terjadi. bahkan hingga kini nama penyakit flu burung masih dikenal lantaran teror wabah beberapa tahun lalu.
Kala itu wabah flu burung menjadi mesin pembunuh yang sangat ditakuti. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah atau setidaknya memperlambat penyebaran penyakit menular ini. Namun apa yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sengeri yang dibayangkan.
Untuk mengantisipasi, pemerintah sudah membuat ruang karantina di rumah sakit-rumah sakit. Beruntung flu burung bisa diatasi dengan baik.
Korban yang jatuh tak sebanyak yang diperkirakan sebelumnya. Bahkan, lama kelamaan penyakit ini mulai menghilang, meski sesekali muncul.
Lalu akankan wabah penyakit yang disebabkan virus korona akan meluas seperti flu burung? Semoga tidak. Dampak virus Korona ini sepertinya jauh lebih berbahaya dari flu burung. Kabar terakhir pemerintah China telah membekukan 13 kota dengan jumlah total penduduk 41 juta jiwa.
Wuhan, kota pertama lokasi menyebarnya virus korona kini tak ubahnya seperti kota mati. Di kota niaga itu, tak seorangpun yang berani beraktivitas di ruang publik, kecuali petugas kesehatan dan aparat keamanan.
Toko-toko dan pusat perbelanjaan tutup. Bandar udara dan stasiun kereta berhenti beroperasi. Semua orang diwajibkan memakai masker wajah.
Mulai Kamis (23/1) lalu, Pemerintah China memutuskan menutup akses ke kota di China Tengah itu, tempat asal virus korona. Semua jenis transportasi dari dan ke kota berpenduduk 11 juta orang itu tutup.
Warga Bumi terus menanti kabar penyebaran virus korona ini dengan was was. Semoga akhir dari petualangan virus korona tak semenyeramkan yang dibayangkan. Amin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/erwin-ardian.jpg)