Siswi SMP Tepergok Hendak Sayat Tangannya, Terungkap Kisah Pilu yang Membuatnya Mau Mengakhiri Hidup

Korban yang duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama (SMP) tersebut hendak menyayat tangannya

Editor: muslimah
Via Tribun Medan
Ilustrasi pencabulan 

Hukuman bertambah berat, karena pelaku sebagai pendidik atau guru.

Laurens mengatakan, kasus ini terungkap setelah seorang korban pencabulan mencoba bunuh diri pada Senin lalu.

Korban yang duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama (SMP) tersebut hendak menyayat tangannya.

Korban ingin bunuh diri karena trauma atas pencabulan yang dilakukan gurunya.

Bahkan, guru yang melakukan pencabulan itu masih mengejar dan mencarinya.

Pelaku mencari korban dengan niat ingin mencabulinya lagi.

"Ia dicari-cari sama pelaku hingga mau mengiris tangannya, mau bunuh diri," kata Laurens.

Beruntung, pada saat itu guru korban di SMP mengetahuinya dan menggagalkan upaya bunuh diri tersebut.

Setelah ditanya oleh gurunya, korban akhirnya bercerita bahwa ia dicabuli oleh guru SD tersebut.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Badung.

Setelah didalami, rupanya ada satu lagi korban yang saat ini masih duduk di kelas VI SD.

Keduanya korban kemudian mengaku dicabuli sebanyak 9 dan 10 kali sejak 2018 lalu.

Kedua korban mengaku dicabuli sejak kelas V SD oleh guru olahraganya.

Guru olahraga tersebut melakukan aksi bejatnya dengan mengancam para korban.

Kedua siswi SD tersebut diancam akan diberikan nilai jelek dan tidak naik kelas jika tidak menuruti keinginannya.

Aksi bejat tersebut dilakukan pelaku saat ada kegiatan ekstrakurikuler olahraga kriket. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved