Breaking News:

Siswi SMP Tepergok Hendak Sayat Tangannya, Terungkap Kisah Pilu yang Membuatnya Mau Mengakhiri Hidup

Korban yang duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama (SMP) tersebut hendak menyayat tangannya

Editor: muslimah
Via Tribun Medan
Ilustrasi pencabulan 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Dua siswi korban pencabulan guru olahraga di sebuah sekolah dasar (SD) di Badung, Bali, hingga kini masih menderita trauma.

Keduanya mendapatkan pendampingan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Badung.

Pendampingan tersebut untuk pemulihan trauma dan pemeriksaan kejiwaan atau psikologis.

"Sementara pendampingan oleh P2TP2A untuk pendampingan psikologis," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Badung AKP Laurens Rajamangapul Haselo di Polres Badung, Rabu (22/1/2020).

Meski mengalami trauma, kedua korban yang duduk di kelas VI SD dan I SMP masih aktif di sekolahnya masing-masing.

Terkait kejadian tersebut, Laurens mengimbau kepada setiap sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan kemanan di lingkungannya.

Menurut Laurens, sekolah harus memberikan rasa aman kepada siswa dan siswinya.

Kemanan dan kenyamanan juga harus diperhatikan saat ada kegiatan ekstrakurikuler.

Hal tersebut penting agar kejadian pencabulan semacam ini tidak terulang lagi.

"Sekolah seharusnya menjadi zona nyaman untuk aktivitas belajar mengajar.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved