Selama 20129 Ada 24 Korban Tewas Laka Air di Kebumen, Dua Belum Ditemukan

Selama kurun waktu 2019, terjadi 20 kasus kecelakaan air, menelan 24 korban tewas. 2 di antaranya hilang dan sampai saat ini belum ditemukan

Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
istimewa
Ilustrasi tim SAR gabungan mencari korban laka air di Kebumen. 

Ternyata, belum semua korban laka air ditemukan. Pencarian terhadap korban yang hanyut di perairan tak selalu berjalan mulus.

Terlebih korban yang terbawa ombak di laut yang membengang luas, proses pencarian bisa memakan waktu hingga berhari-hari.

Dua korban hanyut di pantai selatan hingga sekarang belum ditemukan alias hilang.

Dua pelajar asal Kebumen, Fadlun (18), warga Desa Manguranan RT 01 RW 02, Kecamatan Mirit, dan Zam zam (16), warga Desa Mrinen, RT 01 RW 04, Kecamatan Kutowinangun, sebelumnya dilaporkan hanyut terseret ombak Pantai Laguna Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kebumen, Rabu (1/1) lalu.

Soal Pengakuan Lutfi Disiksa Oknum Penyidik, Polisi: Nggak Mungkin, Dia Ngaku Setelah Lihat Video

Remaja itu sempat bermain air sebelum akhirnya terseret ombak hingga tak terlihat.

Tim SAR Gabungan sudah berusaha keras mencari korban sejak dinyatakan hilang.

Tetapi hingga tujuh hari masa pencarian sesuai SOP operasi SAR, korban belum juga ditemukan.

Petugas masih terus memonitor perkembangan di lapangan untuk menemukan keberadaan korban.

Namun hingga tiga pekan semenjak kejadian, dua remaja malang itu belum juga ditemukan keberadaannya.

Puluhan Kotak Kran untuk Stadion Jatidiri Semarang Digondol Maling, Komplotan Ditangkap Di Solo

Kesaksian di Sidang Pembantaian 1 Keluarga di Banyumas: Saat Kain Hitam Ditarik Tengkorak Menyembul

PSCS Cilacap Gelar Seleksi Undangan, Eks Persiba Balikpapan Ikut Serta

Bagaimana Nasib Pegawai Honorer Saat Pemerintah dan DPR Sepakat Akan Menghapuskannya?

Heri mengatakan, sebagian korban terseret ombak usai bermain air atau mandi di laut.

Padahal, petugas sudah mengimbau pengunjung agar tak mandi di laut, terlebih di area rip current yang berbahaya.

"Karena karakter ombak pantai selatan kan susah ditebak. Nanti tiba-tiba ombaknya besar," katanya. (aqy)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved