Breaking News:

Dewas TVRI Sebut Tayangan Liga Inggris dan Discovery Channel Tak Sesuai Jati Diri Bangsa

Dewas TVRI menganggap Liga Inggris dan Discovery Channel bukan merupakan tayangan yang mencerminkan jati diri bangsa. Itu jadi alasan pecat Helmy Yahy

Editor: yayan isro roziki
ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI Arief Hidayat (kanan) bersama anggota Maryuni Kabul Budiono (tengah) dan Made Ayu Dwie Mahenny (kiri) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Rapat tersebut untuk mendapat kejelasan dari Dewan Pengawas TVRI tentang perkembangan penyelesaian masalah pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ama. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pembelian hak siar Liga Inggris, menjadi satu di antara pertimbangan Dewan Pengawas (Dewas) Televisi Republik Indonesia (TVRI) memecat Direktur Utama (Dirut), Helmy Yahya.

Tayangan Liga Inggris, selain berbiaya mahal juga dinilai tidak sesuai dengan jati diri bangsa.

Dewas menganggap, harusnya TVRI lebih memprioritaskan tayangan-tayangan edukatif yang memiliki nilai-nilai ke-Indoensiaan.

"Tupoksi TVRI sesuai visi misi TVRI adalah televisi publik. Kami bukan swasta, jadi yang paling utama adalah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa," ujar Ketua Dewan Pengawas TVRI, Arief Hidayat Thamrin, dalam rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Dulu Gagal Mengupas Salak, Kali Ini Nia Ramadhani Coba Menggoreng Telur, Hasilnya?

Tottenham Hotspur Bersedia Jual Harry Kane ke Barcelona. Segini Harga yang Diminta

Siap-Siap, Selasa Depan Pelamar CPNS di Banyumas Ikuti Tes SKD, Ini Lokasi, Syarat dan Ketentuannya

Soal Pengakuan Lutfi Disiksa Oknum Penyidik, Polisi: Nggak Mungkin, Dia Ngaku Setelah Lihat Video

"Prioritas programnya juga seperti itu. Realisasinya sekarang kita nonton Liga Inggris," kata Arief Hidayat Thamrin.

Selain Liga Inggris, ia menyinggung soal tayangan Discovery Channel. Menurut Arief, masih banyak alternatif tayangan lain yang bisa disajikan TVRI kepada publik.

"Discovery Channel kita nonton buaya di Afrika, padahal buaya di Indonesia barangkali akan lebih baik," ujar Arief.

Dia menilai, banyak tayangan siaran asing di TVRI selama kepemimpinan Helmy Yahya.

Siswi SMP Tepergok Hendak Sayat Tangannya, Terungkap Kisah Pilu yang Membuatnya Mau Mengakhiri Hidup

Menurut Arief, hal ini disebabkan Helmy terlalu mengejar angka share dan rating.

Helmy pun dianggap tak bekerja sesuai dengan visi dan misi TVRI. Padahal, kata Arief, TVRI merupakan saluran televisi publik sehingga berbeda dengan swasta.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved